BIREUEN — Plt Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, menyatakan progres pembangunan jembatan Kutablang saat ini sudah mencapai 46 persen. Target penyelesaian proyek ini diupayakan pada Juli 2026, dengan batas akhir fungsional pada Agustus 2026.
“Untuk saat ini untuk Kutablang sudah berprogres 46 persen. Insya Allah untuk kita bisa selesai di Juli, paling lambat Agustus 2026 fungsional,” kata Zulkarnaini di Aceh Barat, Senin.
Jembatan Kutablang merupakan akses jalan nasional yang menghubungkan wilayah timur Aceh menuju Sumatera Utara. Pasca ambruk akibat banjir bandang akhir November 2025, Kementerian PU langsung membangun kembali secara permanen sejak awal 2026.
“Jembatan Kutablang berada lintas timur, dan itu adalah lintas logistik, yaitu untuk masyarakat Aceh dengan Sumut,” ujar Zulkarnaini.
Sementara proses pembangunan berlangsung, akses warga masih mengandalkan jembatan darurat tipe bailey. Sistem lalu lintas di lokasi diterapkan satu arah secara bergantian dengan durasi 30 hingga 60 menit dari masing-masing arah Banda Aceh-Medan dan sebaliknya.
Selain Kutablang, Kementerian PU juga membangun permanen jembatan Teupin Mane yang hancur pascabencana hidrometeorologi. Jembatan ini menjadi akses dari Kabupaten Bireuen menuju empat kabupaten di wilayah tengah Aceh, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Aceh Tenggara.
“Sekarang juga sedang dikerjakan, Insya Allah untuk Teupin Mane nanti kita usahakan di bulan Agustus 2026,” kata Zulkarnaini.
Di lokasi tersebut, akses masyarakat sementara ini juga dibantu jembatan darurat bailey. Presiden Prabowo Subianto sempat meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Aceh saat awal bencana terjadi.