BIREUEN — Sebanyak 11 unit Irigasi Perpompaan (IRPOM) hampir rampung dibangun di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Peudada, Aiyuraddin, menyebut program ini sebagai bukti pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kekeringan yang melanda areal persawahan.
Usulan Tambahan 5 IRPOM untuk Wilayah Kering
Tidak berhenti di 11 unit yang sedang dikerjakan, Aiyuraddin mengungkapkan ada usulan penambahan lima unit IRPOM lagi. Rencananya, penambahan ini akan memperluas cakupan irigasi ke wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan air.
"Pembangunan IRPOM, pemeliharaan saluran irigasi, hingga peningkatan jaringan Irigasi Aneuk Gajah Rhet menunjukkan adanya komitmen yang terus dilakukan untuk membantu petani," ujar pria yang akrab disapa Pak Red itu kepada media, Jumat (24/7/2026).
Peningkatan Jaringan Irigasi Aneuk Gajah Rhet Sedang Berjalan
Selain pompa, Pemkab Bireuen juga mengerjakan peningkatan jaringan Irigasi Aneuk Gajah Rhet. Proyek ini ditargetkan mampu meningkatkan pelayanan air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah Peudada. Pemeliharaan jaringan irigasi eksisting pun terus dilakukan agar saluran tetap berfungsi optimal.
"Kami sebagai petani merasakan adanya perhatian pemerintah. Kami berharap seluruh program ini dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya semakin dirasakan," kata Pak Red.
Sinergi Petani dan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan
Aiyuraddin mengakui, usulan pembangunan sumur bor merupakan masukan yang baik sebagai pelengkap di lokasi-lokasi yang belum terjangkau sumber air. Namun, ia mengajak masyarakat untuk turut melihat berbagai upaya nyata yang telah direalisasikan pemerintah.
Ia mengajak seluruh elemen untuk terus mendukung program pemerintah dan mengawal usulan pembangunan pertanian agar dapat terealisasi. "Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Peudada semakin meningkat dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga," harapnya.