BANDA ACEH — Keputusan Dirjen Bimas Islam menempatkan ITF Ar-Raniry sebagai LAZ berskala provinsi pertama di Aceh sekaligus yang pertama lahir dari kampus PTKIN. Penetapan izin dilakukan di Jakarta pada 3 November 2026, lalu diserahkan dalam rangkaian peringatan Milad ke-63 UIN Ar-Raniry dua hari berselang.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman menyebut capaian itu sebagai tonggak penting bagi penguatan peran kampus dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, legalitas dari Kementerian Agama menjadi dasar kerja yang lebih terukur.
"Alhamdulillah, berkat perjuangan dan doa kita semua, Islamic Trust Fund Ar-Raniry telah mendapatkan izin sebagai Lembaga Amil Zakat dari Kementerian Agama. Ini menjadi satu-satunya lembaga amil zakat di lingkungan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama," ujarnya.
Apa Tugas ITF Ar-Raniry Setelah Izin Terbit
Dalam menjalankan mandatnya, ITF bertugas membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lain. Seluruh proses wajib mengikuti syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keputusan Dirjen Bimas Islam juga membebankan sejumlah kewajiban kelembagaan. ITF harus menyelenggarakan pembukuan dan administrasi penghimpunan dana, menerbitkan bukti setoran kepada muzaki, serta menyampaikan laporan pengelolaan kepada BAZNAS dan Menteri Agama setiap enam bulan dan pada akhir tahun.
Kewajiban lain mencakup pelaksanaan audit syariah dan audit keuangan. "Izin pembentukan tersebut berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Mujiburrahman.
Beasiswa Rp97,5 Juta untuk 65 Mahasiswa Berprestasi
Kontribusi pertama ITF langsung menyasar sektor pendidikan. Dalam rangkaian Milad ke-63 di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Darussalam, Kota Banda Aceh, Kamis (5/11/2026), ITF menyalurkan beasiswa senilai Rp97,5 juta kepada 65 mahasiswa berprestasi.
Penerima merupakan mahasiswa dengan capaian akademik maupun nonakademik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Penyerahan simbolis dilakukan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Perta Jumindi, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Perta merupakan peraih juara pertama lomba pemetaan tematik menggunakan Google My Maps untuk pemetaan industri halal berbasis spasial tingkat nasional di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi pada 2026.
Bantuan Kemenag Rp8,02 Miliar untuk 2.291 Mahasiswa Terdampak Bencana
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Agama menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 2.291 mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Total bantuan mencapai Rp8.018.500.000 atau sekitar Rp8,02 miliar.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Agama KH Romo R Muhammad Syafii kepada Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman. Penyaluran menyasar mahasiswa yang terdampak langsung bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh.
Dengan izin lima tahun yang kini dipegang, ITF Ar-Raniry berpeluang memperluas basis muzaki di lingkungan kampus dan masyarakat Aceh. Kewajiban pelaporan berkala kepada BAZNAS dan Menteri Agama akan menjadi ukuran kinerja pengelolaan dana umat tersebut.