Pencarian

Bunda PAUD Aceh Dorong Sinergi Lintas Sektor di Subulussalam, Tekankan Wajib Belajar 13 Tahun Mulai PAUD

Kamis, 05 November 2026 • 08:16:01 WIB
Bunda PAUD Aceh Dorong Sinergi Lintas Sektor di Subulussalam, Tekankan Wajib Belajar 13 Tahun Mulai PAUD
Bunda PAUD Aceh Marlina Usman menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerja ke PAUD-TK Islam Nurul Ahmad di Subulussalam.

SUBULUSSALAM — Kunjungan kerja Bunda PAUD Aceh Marlina Usman ke PAUD-TK Islam Nurul Ahmad menjadi ajang penegasan bahwa pendidikan anak usia dini tidak bisa ditangani satu pihak saja. Dalam sambutannya, ia menyebut pembinaan holistik integratif sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar anak secara menyeluruh dan saling terkait.

Menurut Marlina, penyelenggaraan PAUD holistik integratif adalah langkah pemerintah memperhatikan semua aspek kebutuhan anak secara utuh. Layanan diberikan terpadu melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga medis, keluarga, masyarakat, hingga lembaga terkait.

Peran Bunda PAUD sebagai Elemen Penting

Di hadapan para pendidik, Marlina menempatkan sosok Bunda PAUD sebagai ujung tombak layanan anak usia dini. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru yang dinilainya telah menjalankan tugas berat di satuan pendidikan.

"Para Bunda-bunda semua merupakan elemen penting bagi upaya kita mewujudkan PAUD yang holistik dan integratif. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dedikasi bunda semua untuk ananda-ananda kita di PAUD," ucap Kak Na, sapaan akrabnya.

Ia mengingatkan, tugas tersebut bukan hanya berada di satuan lembaga PAUD. Marlina menyebutnya sebagai kerja besar bersama demi mewujudkan target Generasi Indonesia Emas 2045.

Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai dari PAUD

Dalam kesempatan itu, Marlina menyoroti kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang bertujuan memperluas akses dan pemerataan mutu pendidikan. Cakupannya mulai jenjang prasekolah hingga tingkat menengah, termasuk satu tahun di PAUD atau TK.

"Pemerintah dengan program Wajib Belajar 13 Tahun, telah memasukkan 1 tahun belajar di PAUD atau TK sebelum anak-anak kita melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ini tentu harus menjadi perhatian bagi kita demi masa depan ananda kita semua," pungkasnya.

Kebijakan itu menempatkan PAUD sebagai pintu masuk pendidikan formal, bukan sekadar tempat penitipan anak. Konsekuensinya, kualitas layanan di satuan PAUD ikut menentukan kesiapan anak melanjutkan ke sekolah dasar.

Motivasi dan Bantuan Peralatan Sekolah

Usai sambutan, Marlina menyapa anak-anak yang tengah asyik dengan permainan edukatif di PAUD tersebut. Ia membagikan paket tas dan peralatan sekolah kepada para siswa sebagai bentuk motivasi belajar.

Kunjungan itu turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Fitriani Taufik, Bunda PAUD Subulussalam Yarnida Zai, serta sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran mereka menandai koordinasi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam pembinaan PAUD.

Bagi warga Subulussalam, penekanan sinergi lintas sektor berarti layanan anak usia dini bergantung pada kerja bersama puskesmas, posyandu, pemerintah desa, dan keluarga. Marlina menutup dengan pengingat agar koordinasi itu terus dijaga demi masa depan anak.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritarakyataceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks