ACEH — Kebiasaan penumpang Commuter Line yang biasa berhenti di Stasiun Karet akan berubah mulai bulan ini. Stasiun yang terletak di Jakarta Selatan itu resmi berhenti melayani naik turun penumpang sejak 1 September 2026, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini menyiapkan infrastruktur penghubung menuju stasiun terdekat agar mobilitas pengguna tetap lancar.
Wujudnya berupa travelator—jalan bergerak layaknya eskalator datar—yang bakal mempermudah perjalanan kaki penumpang antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Proses konstruksi menyusul penghentian operasional stasiun tersebut dan ditargetkan selesai dalam 70 hari.
Penumpang Dialihkan ke BNI City Selama Proses Integrasi
Sejak awal September lalu, seluruh aktivitas naik dan turun penumpang yang sebelumnya berpusat di Stasiun Karet dipindahkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi kebutuhan selama masa transisi integrasi dua stasiun yang berada di kawasan bisnis Jakarta itu.
Bagi pengguna yang terbiasa mengakses Stasiun Karet dari arah Jalan Karet, tersedia rute alternatif melalui selasar atau koridor pejalan kaki di samping stasiun yang mengarah langsung ke BNI City. Dengan demikian, perpindahan penumpang tidak terputus meski stasiun lama tidak lagi difungsikan untuk naik turun penumpang.
Integrasi Penuh pada 2027
Proyek penyatuan layanan kedua stasiun ini direncanakan berlangsung hingga 31 Desember 2026. Setelah travelator rampung dan seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun, penumpang diharapkan menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien dalam berpindah antar stasiun.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya KAI merapikan layanan di segmen padat lalu lintas Commuter Line, khususnya koridor yang melayani kawasan perkantoran dan permukiman di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan. Stasiun BNI City sendiri selama ini menjadi andalan penumpang yang bekerja di area SCBD dan sekitarnya.
Kehadiran travelator nantinya menjadi jembatan yang mempersingkat waktu tempuh penumpang, sekaligus menjawab kebutuhan integrasi antarmoda yang semakin dibutuhkan pengguna transportasi massal di ibu kota.
KAI belum merinci total investasi pembangunan travelator ini, tetapi memastikan pengerjaannya tidak mengganggu perjalanan kereta di lintas yang masih beroperasi normal.