Pencarian

6 Tokoh Sepakbola Aceh Datangi KONI, Pertanyakan Tata Kelola PSSI Jelang Kongres Pemilihan 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:03:31 WIB
6 Tokoh Sepakbola Aceh Datangi KONI, Pertanyakan Tata Kelola PSSI Jelang Kongres Pemilihan 2026
Enam tokoh sepakbola Aceh menyampaikan aspirasi terkait tata kelola PSSI Aceh kepada jajaran pengurus KONI Aceh di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Rombongan yang dipimpin sejumlah tokoh sepakbola senior itu diterima langsung oleh Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husen, Wakil Ketua I T Rayuan Sukma, Sekum Akhyar ST, serta Amin Said dari bidang hukum. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan; sejumlah rapat penting Exco PSSI Aceh disebut berjalan tanpa melibatkan seluruh anggota.

Legenda Persiraja Banda Aceh, Nasir Gurumud, menjadi salah satu suara paling lantang dalam pertemuan tersebut. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari pengurus klub di berbagai kabupaten/kota terkait pembebanan biaya pendaftaran kompetisi yang mencapai puluhan juta rupiah.

"PSSI itu harus melakukan pembinaan berjenjang, tidak boleh mencari uang dari klub-klub dengan mengutip uang pendaftaran puluhan juta saat kompetisi bergulir," tegas Nasir di hadapan jajaran pengurus KONI Aceh.

Mantan petinggi Persiraja dan Aceh United FC itu juga menyoroti minimnya upaya pengurus PSSI Aceh dalam menjaring sponsor. Menurutnya, organisasi terlalu bergantung pada kantong klub ketimbang mengoptimalkan potensi pendanaan eksternal untuk pembinaan usia muda.

Exco Tidak Dilibatkan dalam Persiapan Kongres

Persoalan lebih serius diungkapkan anggota Exco PSSI Aceh, Muslim SE alias Keusyik Muslem. Ia mengklaim dirinya tidak pernah diundang dalam rapat-rapat penting, termasuk pembahasan agenda Kongres Biasa Pemilihan yang dijadwalkan 3 Oktober 2026 mendatang.

"Banyak rapat penting Exco tidak pernah diundang. Tahu-tahunya, sudah ada surat ke PSSI Pusat untuk meminta permohonan rekomendasi pelaksanaan Kongres Biasa," ungkap Muslim.

Ia merujuk pada surat bernomor 077/PSSI-ACEH/VIII/2026 yang memuat seluruh tahapan kongres, termasuk jadwal pendaftaran bakal calon Ketua PSSI Aceh periode 2026-2030. Namun saat hendak mendaftar sesuai jadwal yang tertera, sekretariat PSSI Aceh justru tidak melayani.

"Tapi, ketika kami mendaftar sesuai jadwal yang ditentukan, malah sekretariatnya tidak buka," sesalnya.

KONI Diminta Jadi Jembatan, Bukan Intervensi

Presiden Persip Pase, Ade Zulfadli, menilai sudah saatnya pemangku kepentingan turun tangan menyelamatkan iklim sepakbola di Aceh. Ia berharap KONI dapat memfasilitasi perbaikan organisasi tanpa melanggar statuta federasi.

"Saya berharap KONI Aceh menjadi jembatan kami untuk membenahi organisasi PSSI Aceh. Pemangku kepentingan harus segera turun tangan demi sepakbola Aceh yang lebih baik di masa depan," ujar Ade, yang juga diamini tokoh sepakbola Bireuen, Zaini Yusuf dan Syech Muliadi.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husen menegaskan pihaknya akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. Namun ia mengingatkan bahwa KONI tidak memiliki kapasitas untuk mengintervensi jalannya organisasi PSSI Aceh karena federasi tersebut memiliki mekanisme dan statuta sendiri.

"Yang paling penting semua proses itu harus berjalan sesuai aturannya," kata Kennedi menegaskan sikap KONI Aceh.

Pernyataan serupa disampaikan Wakil Ketua I KONI Aceh T Rayuan Sukma dan Sekum Akhyar ST. Keduanya berharap seluruh tahapan menuju Kongres Biasa PSSI Aceh dapat berlangsung terbuka, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat sepakbola Aceh.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks