MEULABOH — Layanan kateterisasi jantung di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh akhirnya berfungsi lagi setelah delapan tahun mati. Bupati Aceh Barat Tarmizi menyatakan operasi perdana Cath Lab dilakukan Minggu, sehari lebih cepat dari jadwal resmi yang direncanakan Senin (17/8).
"Hari ini kita lakukan operasi perdana Cath Lab untuk dua orang pasien. Walaupun resminya baru Senin (17/8) besok, tindakannya harus kita lakukan hari ini karena dihadiri langsung oleh tim dokter spesialis dan Wakil Direktur RSUP H. Adam Malik Medan," kata Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh.
Alat Terbengkalai Sejak 2018 Kini Berfungsi Normal
Perbaikan alat medis bernilai tinggi itu dilakukan melalui kerja sama dengan pihak vendor. Tarmizi memastikan seluruh perangkat telah diperiksa dan berfungsi normal sebelum digunakan untuk tindakan perdana.
Pengoperasian kembali fasilitas ini menjadi kabar baik bagi kawasan barat-selatan Aceh. RSUD Cut Nyak Dhien selama ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan penunjang utama di wilayah tersebut.
80 Persen Pasien Jantung Selama Ini Dirujuk ke Banda Aceh
Tarmizi mengungkapkan angka pasien jantung di Aceh Barat sangat tinggi. Sekitar 80 persen dari mereka harus dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin di Banda Aceh karena keterbatasan fasilitas di daerah.
Biaya yang harus ditanggung pasien juga tidak sedikit. Tindakan mandiri seperti pemasangan ring bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta, belum termasuk biaya diagnosa awal sekitar Rp8 juta.
Jarak Tempuh ke Banda Aceh Jadi Kendala Besar
Selama ini pasien dan keluarga harus menempuh perjalanan darat lebih dari 200 kilometer ke Banda Aceh. Kondisi ini memberatkan, terutama bagi pasien yang membutuhkan pendampingan keluarga selama perawatan.
Dengan beroperasinya Cath Lab di Meulaboh, beban itu berkurang signifikan. Lokasi pelayanan yang lebih dekat memudahkan keluarga memantau kondisi pasien sekaligus menekan biaya transportasi dan akomodasi.
Kerja Sama BPJS Kesehatan Ditargetkan Rampung Oktober
Pemkab Aceh Barat saat ini sedang memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Targetnya, seluruh administrasi tuntas pada Oktober mendatang.
Langkah ini diambil agar beban finansial pasien penyakit jantung dapat ditekan secara signifikan. Dengan adanya jaminan dari BPJS, biaya tindakan yang selama ini memberatkan bisa ditanggung bersama.
"Pengoperasian layanan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," demikian Tarmizi.