SABANG — Sebanyak 23 pelajar terpilih resmi menyandang status sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sabang untuk tahun 2026. Mereka dikukuhkan langsung oleh Walikota Sabang, Zulkifli H Adam, dalam sebuah upacara khidmat di Pendopo Walikota Sabang, Sabtu (15/8).
Pengukuhan ini menjadi penanda bahwa tugas mulia menaikkan dan menurunkan duplikat bendera pusaka pada upacara detik-detik proklamasi 17 Agustus nanti berada di pundak mereka.
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Amanah Negara
Zulkifli menegaskan bahwa pengukuhan yang diberikan bukanlah sebuah acara seremonial belaka. Di balik atribut yang disematkan, terdapat kepercayaan besar dari negara yang harus dijaga dengan tanggung jawab, kedisiplinan, dan pengorbanan yang telah ditempuh selama masa pelatihan.
“Atas nama Pemerintah Kota Sabang, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh anggota Pasukan Pengibar Bendera Kota Sabang 2026. Kalian adalah putra-putri terbaik Kota Sabang yang mendapatkan kehormatan untuk mengemban tugas mulia, yaitu mengibarkan Sang Merah Putih, simbol kehormatan dan kedaulatan bangsa Indonesia,” ujar Zulkifli dalam sambutannya.
Apresiasi untuk Lanud Maimun Saleh dan Para Pelatih
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Sabang ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komandan Lanud Maimun Saleh Sabang beserta jajaran pelatih. Menurutnya, pembinaan yang diberikan tidak hanya fokus pada kemampuan baris-berbaris yang prima.
“Pelatihan tersebut tidak hanya membentuk kemampuan baris-berbaris, tetapi juga karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, loyalitas, dan semangat kebersamaan,” katanya menambahkan.
Zulkifli berharap nilai-nilai kedisiplinan dan nasionalisme yang tertanam selama pendidikan dasar militer itu tidak luntur begitu tugas paskibraka usai. Justru, nilai tersebut harus menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tersebut hendaknya terus kalian bawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam perjalanan kalian meraih cita-cita,” pesannya.
Momen Bersejarah di Usia 81 Tahun Kemerdekaan
Menghadapi hari-H nanti, Walikota mengingatkan seluruh anggota Paskibraka bahwa pengibaran bendera bukanlah sekadar aksi simbolis. Peristiwa tersebut merepresentasikan sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.
“Berikan yang terbaik, laksanakan dengan disiplin, penuh kekompakan, dan jangan pernah kehilangan semangat. Pengibaran bendera Merah Putih bukan hanya tentang mengibarkan bendera secara simbolis. Di dalamnya terdapat sejarah perjuangan, pengorbanan para pahlawan, serta cita-cita besar bangsa Indonesia,” tegasnya.
Kepada para orang tua yang hadir, Zulkifli turut menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas doa serta dukungan yang tiada henti selama anak-anak mereka menjalani proses pembinaan. Dukungan keluarga dinilai menjadi fondasi mental yang kuat bagi para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugasnya nanti.
Seluruh anggota Paskibraka Kota Sabang 2026 diminta untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan daerah. Tugas mengibarkan bendera pada peringatan HUT ke-81 RI diharapkan dapat dilaksanakan dengan penuh kehormatan dan menjadi awal dari lahirnya generasi muda Sabang yang berkarakter, berprestasi, dan berintegritas.