ACEH — Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terasa sangat kuat di Labuan Bajo. Warga yang baru selesai menunaikan salat subuh langsung berlarian menyelamatkan diri saat getaran semakin membesar.
Rahmat Eko Mulyati (39), warga Labuan Bajo, menuturkan guncangan datang secara bertahap. Awalnya terasa pelan, namun beberapa detik kemudian getaran berubah sangat kencang. Ia langsung membawa anaknya keluar rumah.
"Sebelum jam 5, awalnya gempa pelan lama-lama gempa gede. Saya bawa anak keluar rumah," kata Eko kepada Liputan6.com, Sabtu (15/8/2026).
Warga Mengungsi ke Tanah Kosong, Gempa Susulan Masih Terasa
Pagi yang tenang berubah menjadi kepanikan. Warga setempat berhamburan keluar rumah sambil membawa anggota keluarga masing-masing. Mereka berkumpul di tanah kosong di belakang rumah, menjauh dari bangunan yang bisa runtuh sewaktu-waktu.
Hingga saat ini, warga belum berani kembali ke dalam rumah. Gempa susulan masih terus terjadi dengan intensitas yang cukup terasa.
"Masih gempa susulan hitungan," ujarnya.
Dua Anak di Pesantren Belum Dapat Dikabari, Laporan Longsor Muncul di Grup Sekolah
Eko mengaku khawatir dengan keselamatan dua anaknya yang berada di pesantren. Ia belum mendapatkan kabar dari keduanya sejak gempa besar terjadi.
"Saya khawatir dua anak di pesantren. Soalnya laporan dari sekolah di grup WA samping kiri kanan sekolah longsor," katanya.
Informasi yang beredar di grup WhatsApp sekolah menyebutkan terjadi longsor di sekitar area pesantren. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi terkini maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Gempa yang terjadi selepas subuh ini menjadi peringatan dini bagi warga pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Wilayah NTT sendiri dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa di Indonesia karena berada di jalur tumbukan lempeng tektonik.
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di tempat terbuka dan menjauhi bangunan yang berpotensi retak atau rusak akibat guncangan. Informasi resmi dari pihak berwenang masih dinantikan untuk memastikan kondisi terkini di lokasi terdampak, termasuk di Mbay Nagekeo yang menjadi episentrum gempa.