ACEH — Allen buka suara soal perilisannya yang dulu sempat ia peringatkan. Ia mengaku sudah "berdebat dengan lantang" agar game besutan Snowblind Studios itu tidak dirilis berdekatan dengan Skyrim, karena akan kalah pamor. Peringatannya itu diabaikan oleh para eksekutif, dan hasilnya persis seperti yang ia prediksi: War in the North tenggelam di tengah hiruk-pikuk rilis game-game besar saat itu.
Nasib Naas di Jendela Rilis November 2011
Jendela rilis War in the North pada 1 November 2011 adalah mimpi buruk bagi sebuah game dengan budget menengah. Hanya berselang 10 hari, Bethesda meluncurkan Skyrim yang langsung menjadi fenomena global. Lebih parahnya lagi, game ini rilis di hari yang sama dengan Uncharted 3: Drake's Deception dan seminggu sebelum Call of Duty: Modern Warfare 3.
"Saya berdebat dengan lantang 15 tahun lalu untuk tidak merilis game ini bersamaan dengan Skyrim, karena game ini tidak akan mendapat kesempatan yang adil. Saya ditolak," kata Allen dalam wawancaranya dengan VGC. "Senang melihat game ini akhirnya mendapat rilis yang layak."
Kritik Tajam untuk Manajemen Warner Bros.
Allen, yang tidak terlibat langsung dalam pengembangan game tapi duduk di jajaran kepemimpinan studio, menyebut para developer di Snowblind "layak mendapat semua pujian". Ia juga menyayangkan minimnya dukungan pemasaran untuk game tersebut. Menurutnya, para eksekutif "menganggap game ini sudah tidak ada harapan atau berpikir penggemar setia Tolkien akan mengetahuinya sendiri".
Ia juga menyoroti budaya korporasi di perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham. Allen menduga para petinggi enggan menggeser jadwal rilis karena khawatir berdampak pada bonus kinerja mereka. "Motivasi pendapatan kuartalan lebih banyak menentukan keputusan daripada yang orang kira. Ini tantangan besar bagi organisasi yang terdorong oleh harga saham," jelasnya.
War in the North: Karya yang Terlupakan
War in the North adalah game action-RPG yang mengadaptasi dunia Middle-earth dengan mekanisme co-op untuk tiga pemain. Berbeda dari game Lord of the Rings lainnya yang mengikuti alur film, game ini menghadirkan cerita orisinal di wilayah utara, berfokus pada karakter-karakter baru yang berperang melawan pasukan Sauron.
Kini, Aspyr Media telah mengambil alih lisensi dari Warner Bros. dan merilis ulang game tersebut dalam edisi Legacy. Penerbit tersebut juga mengonfirmasi akan menghadirkan lebih banyak game Lord of the Rings lainnya di masa mendatang.
Karier Christian Allen Setelah War in the North
Allen bukan nama asing di industri game. Sebelum bergabung dengan WB Games pada 2009, ia sempat menjadi creative director untuk seri Ghost Recon di Red Storm Entertainment dan design lead untuk Halo: Reach di Bungie. Setelah meninggalkan WB, ia mendirikan studio sendiri bernama Serellan, lalu hijrah ke Epic Games sebagai lead Unreal Engine evangelist. Kini ia menjabat sebagai design director di The Indie Store, pengembang Project Zomboid.
Kisah War in the North menjadi pengingat bahwa jendela rilis adalah salah satu faktor terpenting yang menentukan nasib sebuah game, terlepas dari kualitasnya. Kini, dengan hadirnya edisi Legacy, para gamer yang dulu melewatkannya punya kesempatan kedua untuk merasakan game yang sempat "hilang ditelan zaman" ini.