Pencarian

21 Tahun Damai Aceh, Pemkab Bireuen Gelar Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Sultan Jeumpa

Kamis, 13 Agustus 2026 • 19:45:01 WIB
21 Tahun Damai Aceh, Pemkab Bireuen Gelar Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Sultan Jeumpa
Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, untuk mengikuti zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh.

BIREUEN — Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Sultan Jeumpa sejak pagi untuk mengikuti rangkaian peringatan Hari Damai Aceh yang ke-21. Zikir bersama dipimpin oleh Imum Syiek Masjid Agung Sultan Jeumpa, Tgk Saifuddin Muhammad, didampingi sejumlah ulama kharismatik Bireuen lainnya.

Momentum yang diperingati setiap 15 Agustus ini merupakan penanda sejarah penting bagi Aceh. Perdamaian yang dinikmati saat ini tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, pada 2005 silam.

Refleksi Pengorbanan di Masa Konflik

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, Bupati Bireuen Ir H Mukhlis menekankan pentingnya rasa syukur atas rahmat perdamaian yang telah dirasakan selama dua dekade terakhir. Perdamaian ini, menurutnya, adalah hasil dari pengorbanan besar yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus.

Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan sejarah kelam konflik yang pernah mengoyak tanah rencong. Peristiwa masa lalu tersebut menjadi pelajaran berharga agar perdamaian yang ada kini dijaga bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Zikir dan Tausiah sebagai Perekat Sosial

Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar, menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari agenda resmi yang ditetapkan melalui keputusan Bupati Bireuen. Peringatan hari-hari besar keagamaan dan momentum nasional memang rutin dijadikan sarana refleksi bersama di kabupaten tersebut.

Selain zikir dan doa bersama, acara ini juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh para ulama. Kehadiran Tgk Razali, Tgk Ismail, Tgk Zulfikar, dan Tgk Isfani dalam memimpin lantunan zikir menambah kekhidmatan jalannya acara yang berlangsung hingga pagi menjelang siang.

Peringatan Hari Damai Aceh sendiri menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini menjadi pengingat kolektif bahwa stabilitas dan kedamaian adalah fondasi utama bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh ke depan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metroaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks