JANTHO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar bergerak cepat menebang pohon-pohon yang berpotensi tumbang di sepanjang jalan utama. Langkah ini diambil untuk mencegah jatuhnya korban jiwa menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut akhir-akhir ini.
Kepala DLH Aceh Besar, Muwardi, mengatakan penebangan dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Pohon Mati Jadi Sasaran Utama Penebangan
Muwardi menjelaskan, pohon-pohon yang ditebang umumnya sudah dalam kondisi mati. Kondisi ini membuat batang pohon rentan patah dan tumbang saat diterpa angin kencang, sehingga membahayakan pengguna jalan.
“Kegiatan penebangan pohon rawan tumbang kerja sama dengan BPJN, BPBD Aceh Besar, Dinas Perhubungan dan Polsek,” kata Muwardi di Lambaro, Rabu (12/8/2026).
Selain menebang pohon yang sudah mati, DLH Aceh Besar juga melakukan pemangkasan terhadap sejumlah pohon yang dinilai mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pemicu: Tujuh Warga Pidie Tewas Tertimpa Pohon
Langkah antisipasi ini dipicu oleh laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie. Tujuh warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di jalan nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Tanjong Krueng, Kota Sigli, Kabupaten Pidie.
Insiden tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bertindak lebih sigap. DLH Aceh Besar pun langsung bergerak menyisir titik-titik rawan di sepanjang jalan utama wilayahnya.
Laporan Warga Jadi Dasar Penanganan Cepat
Sebagian besar pohon yang ditebang merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Laporan tersebut menjadi dasar bagi DLH Aceh Besar untuk segera melakukan penanganan sebelum pohon tumbang dan menimbulkan korban.
DLH Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan keberadaan pohon yang dinilai rawan tumbang, khususnya yang berada di sepanjang jalan utama. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih dini untuk mencegah terjadinya korban jiwa.