Pencarian

Janji Menag ke Korban Banjir Pidie Jaya Terealisasi, Pembangunan MIN 5 Seunong Dua Lantai Resmi Dimulai

Rabu, 12 Agustus 2026 • 19:44:31 WIB
Janji Menag ke Korban Banjir Pidie Jaya Terealisasi, Pembangunan MIN 5 Seunong Dua Lantai Resmi Dimulai
Pembangunan gedung dua lantai MIN 5 Pidie Jaya resmi dimulai setelah janji Menteri Agama kepada korban banjir terealisasi.

PIDIE JAYA — Janji Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada warga Gampong Seunong mulai terbayar. Proyek pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya yang hancur akibat bencana hidrometeorologi akhirnya masuk tahap konstruksi, menandai babak pemulihan fasilitas pendidikan pasca-banjir di kabupaten tersebut.

Gedung madrasah baru ini dirancang dua lantai dengan konsep yang jauh lebih lengkap dibandingkan bangunan sebelumnya. Desainnya melibatkan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) untuk memastikan kompleks pendidikan ini representatif dan tahan terhadap bencana.

Fasilitas Baru: Masjid, Rumah Guru, hingga Laboratorium

Nasaruddin memastikan kompleks MIN 5 Pidie Jaya tidak hanya berisi ruang kelas. Ia merinci akan ada masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman luas, hingga kantin yang dibangun dalam satu kawasan.

"Di situ ada masjidnya, ada perumahan gurunya, laboratorium, perpustakaan, halaman-halaman, dan kantinnya. Jadi lengkap dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan," kata Nasaruddin dalam kunjungannya ke lokasi proyek.

Banjir Bandang Menyisakan Satu Blok Pagar Beton

Kerusakan MIN 5 Pidie Jaya sebelumnya sangat parah. Bangunan madrasah hanyut diterjang banjir, hanya menyisakan satu blok pagar beton di lokasi aslinya.

Akibat kejadian itu, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di belakang masjid. Keterbatasan ruang menjadi tantangan besar bagi siswa dan guru selama delapan bulan terakhir karena fasilitas darurat belum mendukung kegiatan pendidikan secara optimal.

Menag menilai pembangunan kembali madrasah ini bukan sekadar mengganti bangunan rusak, melainkan menghadirkan ruang pendidikan yang layak bagi anak-anak terdampak bencana. "Semoga secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah," ujarnya.

Anggaran Rp12,36 Miliar untuk Tahap Awal

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh Azhari menjelaskan, alokasi dana tahap pertama yang digelontorkan sebesar Rp12,36 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan ruang kelas belajar (RKB), kantor, kantin, serta pengadaan mobiler dan perangkat komputer.

Azhari menambahkan, fasilitas penunjang lain seperti masjid dan perumahan guru akan dibangun secara bertahap setelah pekerjaan utama gedung selesai.

Target Rampung Kurang dari Satu Tahun

Nasaruddin menargetkan pembangunan gedung baru ini selesai sebelum satu tahun. Ia menegaskan dana proyek sudah tersedia, sehingga proses pengerjaan bisa dipercepat.

"Kalau bisa tidak sampai satu tahun. Uangnya sudah tersedia, jadi semakin cepat semakin baik supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai," tuturnya.

Meski sempat terkendala pengadaan lahan, persoalan itu akhirnya dapat diselesaikan berkat dukungan masyarakat setempat dan pemerintah daerah. Menag juga menegaskan perhatian Kementerian Agama tidak hanya tertuju pada Aceh, tetapi juga fasilitas pendidikan terdampak bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks