Pencarian

1666: Amsterdam Ungkap Gameplay Baru, Sihir dan Kucing Jadi Kunci Utama

Selasa, 11 Agustus 2026 • 17:28:31 WIB
1666: Amsterdam Ungkap Gameplay Baru, Sihir dan Kucing Jadi Kunci Utama
Wartawan media mencoba langsung permainan 1666: Amsterdam dalam sesi pratayang di Amsterdam.

ACEH — Perjalanan panjang 1666: Amsterdam akhirnya mulai menunjukkan bentuknya yang lebih utuh. Game besutan Panache Digital, studio yang didirikan Désilets pada 2014, membawa pemain melompat antara tiga garis waktu berbeda: tahun 1666, 1999, dan masa kini. Konsep ini sempat membingungkan di prolog, tetapi sesi pratayang yang digelar di Amsterdam baru-baru ini memberikan gambaran lebih konkret soal arah permainan.

Kombat Sederhana yang Masih Perlu Poles

Bagian hands-on dimulai tepat setelah prolog berakhir. Pemain kembali mengendalikan Noa di tahun 1666 dan langsung menghadapi pertarungan pertama. Noa bertarung dengan cara memutar sapu kayu dan merapal mantra, meski di awal permainan mantra belum tersedia. Sistem kombatnya masih sangat mendasar: satu serangan, satu pertahanan, dan satu gerakan menghindar.

Setelah mantra terbuka, variasinya bertambah lewat kemampuan memetrifikasi musuh menjadi batu atau mantra levitasi untuk serangan udara. Namun, dasar kombat yang terbatas tetap terasa menahan potensi keseluruhan. Pertarungan berlangsung dalam gelombang musuh yang muncul dari berbagai arah, dan pemain bisa menang dengan mengalahkan mereka atau menaikkan level intimidasi agar musuh kabur. Build yang dimainkan masih terasa kasar dan kaku, meski dialog ejekan dari musuh memberi sedikit warna.

Terbang Terbatas dan Eksplorasi Kota

Eksplorasi lewat sapu terbang ternyata tidak sebebas yang dibayangkan. Area terbang dibatasi pada jalur tertentu, dan mekaniknya lebih mirip melayang di atas permukaan daripada melesat bebas di udara. Baru saat tiba di pusat kota Amsterdam, game mulai menunjukkan bentuknya. Suasana malam yang ramai dengan aktivitas warga memberi nyawa pada dunia yang dibangun.

Di sinilah sistem kewaspadaan berperan. Jika Noa tetap dalam wujud penyihir, gauge kecurigaan akan terisi dan otoritas setempat akan datang. Pemain harus beralih ke wujud sipil untuk bergerak bebas. Misi awal mengharuskan Noa mengumpulkan "Original", yaitu orang-orang yang membuat perjanjian dengan iblis 333 tahun lalu dan kini waktunya habis. Konsep ini mengingatkan pada sistem berburu target ala Assassin's Creed, meski di awal masih sangat sederhana.

Kucing Sebagai Jantung Parkour dan Investigasi

Elemen paling menarik justru datang dari familiar kucing yang dipilih di awal permainan. Kucing ini bukan sekadar teman perjalanan, melainkan kunci mekanik parkour dan infiltrasi. Noa bisa membuka jendela cukup lebar untuk kucingnya masuk, lalu pemain mengambil alih kendali kucing tersebut untuk mencari jalan membukakan pintu dari dalam.

Atap bangunan, pipa pembuangan, celah sempit, dan celah-celah kecil menjadi area bermain kucing. Pemain bisa membuka pintu, membuka jalur masuk, dan mengumpulkan item konsumsi untuk Noa. Variasi ini memberi jeda yang menyenangkan dari kombat yang monoton. Yang lebih menarik, kucing juga menjadi penghubung antar waktu: di tahun 1666, Aaron adalah familiar Noa, tetapi di tahun 1999 peran mereka bertukar dan Noa yang menjadi kucing Aaron.

Perjalanan 15 Tahun yang Berliku

Kemunculan kembali 1666: Amsterdam tahun ini merupakan puncak dari proses panjang yang melibatkan pertarungan hukum, konsep yang ditulis ulang, dan penerbit rahasia. Désilets sendiri menunjukkan plakat "Anno 1666" di dinding Amsterdam yang ditemuinya saat singgah di bandara pada 2011, yang menjadi inspirasi awal game ini. Berdiri di antara bangunan-bangunan tua yang tinggi dan miring, visi Désilets untuk menghadirkan pengalaman ala Assassin's Creed di Amsterdam terasa masuk akal.

Prolog yang rilis di Steam pada Juni lalu memang mendapat sambutan campur aduk dari pemain. Namun, sesi pratayang ini menunjukkan bahwa Panache Digital masih punya banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal kelancaran kombat dan kebebasan eksplorasi. Belum ada tanggal rilis resmi yang diumumkan, tetapi game ini jelas masih dalam tahap pengembangan aktif.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: eurogamer.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks