ACEH — Angka kematian di jalan raya AS memang mencatat rekor terendah sepanjang sejarah pada 2025, yaitu 36.640 orang. Namun, angka ini menyesatkan. Jika dibandingkan secara global, tingkat kematian per kapita di AS hampir enam kali lipat lebih tinggi dari Inggris. Bahkan, lebih dari 100 negara memiliki angka kematian jalan raya yang lebih rendah, termasuk India, Pakistan, dan Rusia.
Kematian Pesepeda dan Pejalan Kaki Justru Melonjak
Fakta yang lebih mengkhawatirkan justru terjadi pada pengguna jalan non-mobil. Kematian pesepeda pada 2025 berada di level tertinggi dalam 40 tahun terakhir, sementara kematian pejalan kaki mencapai rekor tertinggi pada 2022. Pola ini tidak terjadi di negara lain yang juga mengalami peningkatan penggunaan ponsel pintar, sehingga faktor distraksi ponsel tidak bisa dijadikan kambing hitam.
Mobil Berkap Mesin Tinggi Jadi Biang Keladi
Salah satu penyebab utama yang membedakan AS dengan negara lain adalah menjamurnya kendaraan dengan kap mesin tinggi. Regulasi AS sangat lemah dalam membatasi tinggi kap mesin dan persyaratan keselamatan bagi pejalan kaki serta pesepeda. Kap mesin tinggi cenderung menjatuhkan korban ke tanah saat terjadi tabrakan, alih-alih membiarkan mereka jatuh di atas kap mesin yang relatif lebih aman.
Langkah Mundur Sean Duffy: Hapus Jalur Sepeda, Abaikan Sains
Alih-alih memperketat aturan, Menteri Perhubungan AS Sean Duffy justru mengambil langkah sebaliknya. Pekan lalu, Federal Highway Administration (FHWA) di bawah kepemimpinannya menghapus lima strategi keselamatan dari daftar "Proven Safety Countermeasures" yang direkomendasikan ke instansi transportasi negara bagian dan lokal. Kelima strategi tersebut adalah:
- Batas kecepatan yang sesuai untuk semua pengguna jalan – Kota Seattle berhasil menurunkan angka kematian hingga 26% setelah menerapkan strategi ini.
- Kamera pengawas kecepatan – Terbukti mengurangi kecelakaan hingga 54% karena pengemudi cenderung tidak memacu kendaraannya.
- Batas kecepatan variabel – Dapat mengurangi kecelakaan di jalan tol hingga 34% dengan menyesuaikan batas kecepatan berdasarkan kondisi lalu lintas dan cuaca.
- Jalur sepeda – Memisahkan pesepeda dari kendaraan bermotor mengurangi risiko kecelakaan hingga 53% sekaligus melancarkan arus lalu lintas.
- Road diet – Strategi mengurangi jumlah lajur kendaraan untuk memberi ruang bagi pengguna jalan lain.
Yang paling mencolok, kata "pesepeda" juga dihapus dari bagian "pejalan kaki/pesepeda" di situs FHWA. Langkah ini dikritik keras karena mengabaikan riset ilmiah yang sudah terbukti di berbagai negara.
Solusi Sederhana yang Diabaikan
Negara-negara lain sudah membuktikan efektivitas pemisahan lalu lintas kendaraan dari pesepeda dan pejalan kaki, seperti melarang mobil masuk pusat kota dan membangun jalur sepeda yang terlindungi. Daripada mengadopsi langkah-langkah tersebut, keputusan FHWA justru dinilai akan membuat jalan raya AS semakin mematikan bagi siapa pun yang tidak berada di dalam mobil.