BANDA ACEH — Sebanyak 30 unit rumah baru dan 27 unit rumah hasil rehabilitasi rampung dikerjakan Baitul Mal Kota Banda Aceh untuk warga kurang mampu. Seluruh proyek yang direncanakan pada 2025 itu telah selesai, dan kunci rumah mulai diserahkan langsung kepada penerima.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, bantuan ini tidak hanya menyediakan hunian yang lebih layak, tetapi juga memberikan rasa aman bagi keluarga yang sebelumnya tinggal di kondisi memprihatinkan.
“Alhamdulillah kami menyerahkan rumah yang sudah selesai dibangun. Kami juga telah melihat kondisi rumah lama yang sangat tidak layak. Insyaallah rumah ini bisa menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman,” kata Illiza, Sabtu (13/6/2026).
Dana Zakat Jadi Sumber Utama Pembiayaan
Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh Yusuf Al Qardhawy menjelaskan, seluruh dana pembangunan dan rehabilitasi rumah bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun pihaknya. Ia mengungkapkan, sebagian besar penerima manfaat sebelumnya menempati rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni.
“Rumah-rumah ini sebenarnya sudah selesai dibangun sejak beberapa waktu lalu. Namun penyerahan secara langsung baru dapat dilakukan hari ini,” ujar Yusuf.
Penerima Manfaat Tak Kuasa Menahan Haru
Proses penyerahan kunci berlangsung haru. Yusuf menuturkan, rata-rata penerima menangis saat menerima rumah baru yang sudah lama mereka impikan. “Mereka merasa sangat terbantu karena program ini murni gratis dan tidak membutuhkan orang dalam,” katanya.
Menurut Yusuf, program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak penerima yang tidak dapat menyembunyikan rasa syukur karena akhirnya memiliki hunian yang aman dan layak huni.
Baitul Mal Ajak Muzaki Salurkan Zakat
Yusuf mengajak para muzaki, pelaku usaha, dan lembaga yang beroperasi di Banda Aceh untuk menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh. Menurutnya, semakin besar dana zakat yang terkumpul, semakin banyak keluarga miskin yang dapat terbantu.
“Semakin banyak zakat yang disalurkan melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh, semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu dan semakin banyak rumah layak huni yang dapat kita bangun,” tegasnya.
Program rumah layak huni ini menjadi salah satu bentuk nyata pengelolaan dana ZIS untuk kesejahteraan warga kurang mampu di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.