BANDA ACEH — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memastikan distribusi LPG ke Kota Sabang tidak terganggu meski kapal pengangkut tabung milik agen setempat tenggelam di perairan Banda Aceh. Kapal tersebut diketahui mengangkut tabung LPG kosong saat kejadian.
Kronologi Tenggelamnya Kapal LPG di Perairan Kampung Jawa
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan insiden terjadi saat kapal hendak memasuki kawasan Babah Kuala. Gelombang tinggi menghantam kapal dan menyebabkan air masuk ke lambung.
“Meskipun kru kapal telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masuknya air ke dalam kapal, kondisi cuaca menyebabkan kapal tenggelam dan mengalami kerusakan berat,” kata Fahrougi dalam keterangan resminya, Senin (8/6).
Beruntung, nahkoda dan seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Langkah Pertamina: Pinjaman Tabung dan Kapal Pengganti
Pertamina menyebut kapal yang tenggelam hanya mengangkut tabung LPG kosong sebagai bagian dari siklus distribusi ke Sabang. Meski begitu, perusahaan langsung bergerak cepat untuk memulihkan rantai pasok.
“Pertamina telah menyalurkan dukungan berupa pinjaman 1.120 tabung LPG 3 kilogram kepada agen serta menyiapkan kapal pengganti guna mendukung penyaluran LPG ke Kota Sabang,” ungkap Fahrougi.
Dengan langkah ini, distribusi LPG kepada masyarakat di Sabang diharapkan dapat kembali berjalan sesuai jadwal yang telah disesuaikan.
Koordinasi dengan Pemda untuk Jaga Pasokan
Fahrougi menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan agen LPG, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya memastikan keandalan sarana distribusi dan kebutuhan LPG masyarakat Sabang tetap terpenuhi.
“Pertamina senantiasa mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam seluruh aktivitas operasional dan distribusi energi,” tutupnya.