Bupati Aceh Barat Tarmizi resmi menyerahkan surat keputusan (SK) pelaksana tugas (plt) kepada Darmawan sebagai Kepala BPBD Aceh Barat, menggantikan Teuku Ronal Nehdiansyah yang kini kembali dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Prosesi serah terima jabatan itu berlangsung di Aula Bapperida Aceh Barat, Meulaboh, dan disaksikan langsung oleh ratusan aparatur sipil negara (ASN) setempat.
MEULABOH — Bupati Aceh Barat Tarmizi menyerahkan surat keputusan pelaksana tugas (plt) kepada dua pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat pada Senin lalu. Darmawan resmi ditunjuk sebagai Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sementara Teuku Ronal Nehdiansyah kembali mengemban amanah sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
Penyerahan SK berlangsung di Aula Bapperida Aceh Barat, Meulaboh, dan dihadiri ratusan ASN. Bupati Tarmizi menegaskan bahwa rotasi ini dilakukan semata-mata untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat agar berjalan lebih baik dan responsif.
Tarmizi mengungkapkan bahwa mulai September mendatang, Pemkab Aceh Barat akan membuka pelelangan jabatan secara terbuka. Langkah ini ditempuh agar seluruh posisi pejabat di lingkungan pemerintah daerah bisa terisi secara definitif sebelum akhir tahun.
“Saya minta kepada keduanya agar dapat menjalankan tugas dengan baik, dan seluruh ASN dapat bekerja maksimal serta profesional dalam melayani masyarakat,” ujar Tarmizi dalam sambutannya di Meulaboh, Senin lalu.
Nama Darmawan bukan sosok asing di tubuh BPBD Aceh Barat. Selama ini ia dikenal sebagai punggawa yang berpengalaman dalam operasi penanggulangan bencana di kabupaten yang rawan gempa dan tsunami tersebut.
Pengalamannya yang luas di lapangan menjadi modal utama dalam memimpin BPBD. Ia dinilai ulet dan profesional dalam menjalankan tugas bersama jajaran, terutama saat menghadapi situasi tanggap darurat di wilayah pesisir barat Aceh.
Sementara itu, Teuku Ronal Nehdiansyah kembali dipercaya memimpin DLHK Aceh Barat. Penunjukan ini terbilang istimewa karena sebelumnya ia pernah bertugas di instansi yang sama sebagai kepala bidang sebelum akhirnya dirotasi ke BPBD.
Pengalaman struktural di DLHK membuat transisi kepemimpinan di dinas yang menangani kebersihan dan lingkungan hidup ini diharapkan berjalan mulus. Ia diharapkan mampu melanjutkan program-program kebersihan dan pengelolaan sampah yang sudah berjalan di Meulaboh dan sekitarnya.
Mutasi ini menandai penyegaran di dua posisi strategis sekaligus. BPBD kini dipimpin sosok teknis yang paham medan, sedangkan DLHK dikembalikan kepada pejabat yang sudah hafal seluk-beluk dinas tersebut.
Dengan dimulainya proses lelang jabatan pada September, seluruh ASN di Aceh Barat kini memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki posisi definitif. Proses transisi ini diharapkan tidak mengganggu pelayanan publik, khususnya dalam penanganan bencana dan pengelolaan lingkungan hidup di kabupaten ujung barat Pulau Sumatera itu.