BSI dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang, Pulihkan 5 Hektare Pesisir Sungai Kuruk III

Penulis: Fajar  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:49:02 WIB
Relawan Bakti BUMN menanam bibit mangrove di kawasan Sungai Kuruk III, Aceh Tamiang, Aceh, pada 16–19 Agustus 2026.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Program Relawan Bakti BUMN 2026 menanam 15.000 bibit mangrove di lahan kritis seluas lima hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026 ini menyasar kawasan yang terancam abrasi dan degradasi hutan pantai.

ACEH TAMIANG — Sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam di lahan kritis seluas lima hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Penanaman yang digagas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Relawan Bakti BUMN 2026 ini berlangsung selama empat hari, 16–19 Agustus 2026.

Kawasan Sungai Kuruk III dipilih lantaran menghadapi ancaman abrasi dan degradasi hutan pantai. Rehabilitasi ini diharapkan mengembalikan fungsi ekologis kawasan sekaligus memperkuat perlindungan pesisir dari dampak perubahan iklim.

Edukasi Perawatan Bibit untuk Jaga Tingkat Kelangsungan Hidup

Program tidak berhenti pada penanaman pohon. Para relawan dari berbagai perusahaan BUMN berkolaborasi dengan masyarakat setempat melalui edukasi lingkungan, termasuk cara merawat bibit agar tingkat kelangsungan hidup mangrove tetap tinggi.

Pendekatan ini menjadi kunci keberhasilan restorasi pesisir. Tanpa perawatan lanjutan, bibit mangrove yang baru ditanam rentan mati sebelum tumbuh besar.

Masyarakat Dilatih Kelola Usaha dan Pemasaran Digital

Selain rehabilitasi lingkungan, BSI dan Relawan Bakti BUMN memetakan potensi komoditas lokal untuk didukung melalui pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Langkah ini menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai penjaga ekosistem, tetapi juga penggerak ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan.

BSI menilai penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk membangun pesisir yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Kolaborasi antara BSI, Kementerian BUMN, relawan, dan masyarakat Aceh Tamiang diharapkan menjadi contoh bahwa pemulihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi warga.

Setiap pohon yang ditanam di Sungai Kuruk III diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga pesisir Aceh Tamiang sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Reporter: Fajar
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top