BANDA ACEH — Suasana baru menyapa para penikmat kopi di ibu kota Provinsi Aceh. Sebuah kedai kopi yang sengaja dibangun mengapung di tengah perairan kawasan Alue Deah Teungoh mulai menarik perhatian publik, Selasa (18/8/2026). Tempat ini hadir sebagai alternatif bagi warga yang ingin menikmati kuliner dengan latar belakang laut lepas.
Berbeda dengan kedai kopi pada umumnya yang berada di tepi jalan, lokasi ini hanya bisa dijangkau dengan transportasi air. Pengunjung yang datang ke dermaga akan dijemput menggunakan perahu kayu bermesin untuk menyeberang menuju kedai yang berlabuh di atas laut tersebut.
Pengalaman unik justru dimulai sebelum menikmati secangkir kopi. Ash Shafy, salah seorang pengunjung, mengaku perjalanan singkat menaiki perahu kayu menjadi bagian dari sensasi yang tidak akan ia dapatkan di kedai kopi biasa.
“Kami dijemput menggunakan perahu kayu, tapi pakai mesin, dan naiknya juga tidak dipungut biaya,” ujar Shafy kepada MASAKINI.CO, Rabu (19/8/2026).
Setibanya di lokasi, pengunjung disuguhi pemandangan langsung ke arah Pantai Ulee Lheue. Suasana yang jauh dari kebisingan lalu lintas perkotaan menjadi nilai jual utama tempat ini.
Shafy menyebut kenyamanan yang ia rasakan selama berada di kedai terapung tersebut sulit ditemukan di tempat lain. Hembusan angin laut yang sepoi-sepoi membuat aktivitas bersantai terasa lebih rileks.
“Enak dan nyaman, sejuk, ada angin sepoi-sepoi gitu,” katanya.
Kehadiran kedai kopi terapung ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga akan ruang publik yang nyaman. Konsep yang diusung tidak hanya sekadar tempat minum kopi, tetapi juga menjadi wahana rekreasi alternatif di tengah kota.
Fasilitas antar-jemput menggunakan perahu kayu dinilai sebagai langkah tepat untuk menarik minat pengunjung. Dengan biaya transportasi yang digratiskan, warga hanya perlu fokus menikmati hidangan serta keindahan laut dari atas perairan.