ACEH — Peluncuran MoLiNas ini bukan sekadar seremoni. Presiden Prabowo menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit dan meninjau langsung proses produksi di pabrik yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut. Momen ini menjadi tonggak penting bagi upaya Indonesia menguasai teknologi industri otomotif nasional.
"Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Proyek ini digarap dengan skema kolaborasi yang melibatkan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengusaha nasional, serta akademisi. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa seluruh komponen kendaraan listrik ini berasal dari dalam negeri.
"Kalau kita lihat, Bapak Presiden, ingredient-nya atau recipe-nya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita," kata Rosan di sela acara.
Model yang menjadi tulang punggung peluncuran ini adalah ALVA N3 Next Gen. Motor ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan dengan mengandalkan tipe penggerak hub drive. Tenaga maksimalnya mencapai 4,5 kW (6,1 PS) dengan torsi puncak 125 Nm yang membuat akselerasi dari posisi berhenti terasa responsif.
Kapasitas baterai 3,3 kWh dengan teknologi Next Gen Battery menjadi nilai jual utama. Jarak tempuh 140 km dinilai ideal bagi pekerja komuter yang setiap hari menempuh rute lintas kota, sekaligus menjawab kebutuhan pengisian daya yang lebih praktis berkat sistem pengisian cerdas yang diusungnya.
Dengan harga yang kompetitif, ALVA N3 diharapkan mampu menjadi kendaraan pilihan utama masyarakat untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan, seiring dengan pengembangan ekosistem motor listrik nasional yang tengah digencarkan pemerintah.