Gempa M7,4 Kolombia Tewaskan 111 Orang, 61 Bangunan Runtuh dan 15 Warga Masih Terjebak di Pereira

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:06:31 WIB
Petugas penyelamat mengevakuasi korban gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia, Senin (10/8/2026).

JAKARTA — Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat menewaskan sedikitnya 111 orang dan melukai 87 lainnya. Guncangan dahsyat itu merobohkan puluhan bangunan di sejumlah kota, dengan 15 warga masih dilaporkan terjebak di puing-puing gedung di Pereira.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, pesisir Pasifik Kolombia, dengan kedalaman 107 kilometer. Meski berlokasi di wilayah yang penduduknya relatif jarang, getarannya terasa kuat hingga ke kota-kota besar dan mencapai Venezuela.

Pereira Jadi Wilayah Terparah, Jam Malam Diberlakukan

Kota Pereira, ibu kota Departemen Risaralda, menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak. Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mencatat 40 orang tewas dan sedikitnya 65 bangunan runtuh akibat gempa. Pihaknya langsung memberlakukan jam malam untuk mengamankan wilayah.

Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di reruntuhan 15 bangunan. Kondisi ini membuat lima rumah sakit di kota itu kewalahan menampung korban luka-luka.

Valle del Cauca dan Cali Laporkan Puluhan Korban Jiwa

Di Departemen Valle del Cauca, otoritas setempat mengonfirmasi 27 kematian. Sementara itu, di kota Cali, sedikitnya 20 bangunan runtuh dan sejumlah warga masih berada di dalam puing-puing. Wali Kota Cali Alejandro Eder meminta warga tetap tenang dan segera meninggalkan bangunan yang mengalami kerusakan struktur.

Kerusakan juga melanda sejumlah bandara di Pereira, Manizales, Quibdó, Cartago, Armenia, dan Buenaventura. Gangguan layanan penerbangan ini berpotensi menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke daerah terdampak.

Presiden Baru Kolombia Kerahkan Seluruh Kemampuan Negara

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyatakan pemerintah nasional telah mengaktifkan sistem penanggulangan bencana untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan. "Pemerintah nasional telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak dan menyalurkan bantuan di mana pun dibutuhkan," ujar de la Espriella, Selasa (11/8/2026).

Gempa ini menjadi ujian berat bagi pemerintahan de la Espriella yang baru dilantik pada Jumat (7/8/2026). Amerika Serikat menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan bagi Kolombia. Hingga kini, upaya pencarian korban dan penanganan pascabencana masih terus berlangsung.

Reporter: Sutomo
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top