BANDA ACEH — Rangkaian lomba mewarnai, tahfidz Al-Qur'an Juz 30, story telling, hingga estafet air dalam botol memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diselenggarakan di Aula kampus Universitas Ahmad Dahlan Aceh, Punge Blang Cut. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Aceh dengan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Banda Aceh.
Ketua Panitia Siti Hasanah, Sst. MKM menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum menguatkan kepedulian bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Aceh, Ashraf, S.P., M.Si. menegaskan tantangan terbesar mendidik generasi kini bukan hanya kemampuan akademik. Menurutnya, di era akses informasi teknologi yang begitu mudah, penanaman adab justru menjadi fondasi utama pembentukan karakter.
"Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah, sedangkan adab akan membimbing ilmu agar memberi manfaat bagi diri, masyarakat, dan bangsa," ujar Ashraf saat membuka acara secara resmi.
Ia menambahkan, keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Sekolah dan organisasi masyarakat bertugas memperkuat pendidikan karakter yang sudah dibangun di rumah.
Dalam sambutannya, Ashraf juga melempar gagasan agar 'Aisyiyah Aceh mulai mempersiapkan pendirian Sekolah Dasar (SD) 'Aisyiyah. Langkah ini dinilai strategis untuk mencetak generasi unggul yang berkarakter Islami sejak usia dini.
Pendidikan dasar disebutnya sebagai fase paling penting dalam pembentukan kepribadian anak. Kehadiran lembaga pendidikan itu diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, penguatan adab, pembiasaan ibadah, kepemimpinan, dan kepedulian sosial dalam satu proses pembelajaran.
Seluruh perlombaan yang berlangsung bersamaan itu tidak hanya bertujuan meraih prestasi. Ketua MKS PWA Aceh, Oriza Saphrina, S.H. mengungkapkan kegiatan ini menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi anak untuk belajar membangun rasa percaya diri, menghargai sesama, serta menumbuhkan semangat belajar.
Antusiasme orang tua dan keceriaan anak-anak terlihat hingga pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah di akhir acara. Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi positif antara keluarga, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak di Aceh.