BIREUEN — RSUD dr Fauziah Bireuen membutuhkan gedung rawat inap baru dan 12 kamar operasi untuk menekan angka rujukan pasien keluar daerah. Direktur RSUD dr Fauziah, dr Minar Mushari, Sp.S, menyebut lahan bekas Asrama TNI di belakang utara rumah sakit seluas sekitar 2 hektare menjadi lokasi yang disiapkan untuk pengembangan tersebut.
"Di lahan baru itu harapannya dapat segera dibangun gedung baru karena gedung RSUD dr Fauziah saat ini 90 persen masih menggunakan gedung lama dan berusia puluhan tahun tentu butuh ada perawatan," ujarnya, Kamis (30/7).
Kebutuhan ruang perawatan baru bukan tanpa alasan. Dari 245 tempat tidur yang tersedia, dr Minar mengungkapkan bahwa okupansi rumah sakit hampir selalu penuh. Rata-rata 180 pasien menjalani rawat inap setiap hari, sementara kunjungan rawat jalan menembus angka 800 orang per hari.
Kondisi ini diperparah dengan usia gedung yang sebagian besar sudah puluhan tahun. Ruang operasi yang ada kini dinilai terlalu sempit dan tidak lagi memadai untuk mendukung pelayanan yang terus meningkat.
RSUD dr Fauziah menjadi salah satu rumah sakit dengan kelengkapan alat paling memadai di Aceh. Tersedia layanan CT Scan, MRI, ICU, bedah saraf, bedah ortopedi, hingga cathlab untuk pemasangan ring jantung. Dengan adanya cathlab, pasien penyakit jantung tidak perlu lagi dirujuk ke Banda Aceh yang memakan waktu 4 hingga 5 jam perjalanan.
"Penyakit jantung ini emergenci, selama ini kalau ada kasus, kita merujuk pasien ke Banda Aceh butuh waktu 4 s.d 5 jam, ini juga sangat berpengaruh terhadap keselamatan pasien," ungkap dr Minar.
Untuk mendukung layanan cathlab, rumah sakit telah menyiapkan empat dokter spesialis jantung, satu di antaranya khusus menangani prosedur cathlab, didukung perawat terlatih.
Dengan 86 dokter spesialis dari berbagai bidang keilmuan serta 39 dokter umum, RSUD dr Fauziah menegaskan posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan tersebut. Pihak manajemen berharap pembangunan gedung baru dapat segera terealisasi agar kapasitas pelayanan bisa ditingkatkan seiring tingginya kebutuhan masyarakat.