500 Orang Bersihkan Sungai dan Tanam Pohon di Bantaran Krueng Aceh, Demokrat Aceh Sasar Penyelamatan Pesisir

Penulis: Yasir  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:10:32 WIB
peserta memungut sampah dan menanam pohon di bantaran Sungai Alue Naga, Banda Aceh.

BANDA ACEH — Aksi lingkungan itu berpusat di kawasan Sungai Alue Naga, Syiah Kuala. Sekitar 500 peserta memadati lokasi, memunguti sampah di sepanjang bantaran sebelum bergeser menanam puluhan bibit pohon trembesi dan cemara di tanah yang telah dibersihkan.

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Rian Firmansyah Syafruddin, menegaskan penanaman pohon bukan sekadar seremonial. Jenis tanaman dipilih berdasarkan kontur tanah setempat agar tumbuh optimal.

"Pohon tersebut insyaallah akan tumbuh, dan mungkin saja bukan kami yang menikmati rindangnya pohon itu, bisa jadi anak-anak kita," kata Rian di sela kegiatan.

Kader Demokrat Hanya 30 Persen dari Total Peserta

Rian mengungkapkan, partisipasi dalam gerakan ini sengaja dibuka luas. Hanya sekitar 30 persen peserta merupakan kader partai, sisanya berasal dari elemen masyarakat lainnya.

"Kami mengajak petugas kebersihan Kota Banda Aceh, teman-teman mahasiswa, abang-abang driver ojek online, pegiat ekonomi kreatif, serta beberapa teman lainnya yang memiliki visi dan semangat yang sama tentang pentingnya menjaga lingkungan," ujarnya.

Setelah penanaman, peserta tidak langsung bubar. Mereka menyimak pembacaan hikayat bertema lingkungan sebagai pendekatan budaya, lalu melepas benih ikan ke Sungai Alue Naga untuk menjaga ekosistem.

Wali Kota: Mengubah Perilaku Buang Sampah Itu Sulit

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, hadir bersama wakilnya dan jajaran pemerintah kota. Ia menyebut persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemkot.

"Kita di Kota Banda Aceh terus berikhtiar bagaimana mengurangi sampah dari sumbernya," kata Illiza.

Saat ini, upaya pengurangan sampah dilakukan lewat waste collecting point, bank sampah, dan pengolahan kompos. Sebanyak 35 kelompok perempuan tercatat aktif mengelola waste collecting point di ibu kota provinsi Aceh tersebut.

"Kita latih, kita didik masyarakat, bagaimana memilah-milah sampah. Tetapi memang mengubah perilaku itu tidak mudah," ujarnya.

Gampong Tibang Masuk Program Kampung ProKlim

Illiza menambahkan, Gampong Tibang telah ditetapkan dalam program Kampung ProKlim. Saat ini, sekitar 30 gampong di Banda Aceh dinyatakan siap mengikuti program nasional tersebut.

Cakupan ProKlim meliputi pengelolaan sampah, pembuatan kompos, penanaman pangan, hingga pengembangan ekonomi sirkular yang melibatkan kelompok perempuan.

Ia berharap aksi serupa tidak berhenti di Alue Naga. "Mudah-mudahan gerakan yang dilakukan pada hari ini akan diikuti oleh kegiatan-kegiatan lainnya, baik dari mahasiswa, akademisi, pengusaha, kelompok-kelompok, lahirnya komunitas-komunitas," pungkasnya.

Reporter: Yasir
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top