LHOKSEUMAWE — Sebanyak 105 santri resmi menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Islamic Centre Kota Lhokseumawe. Prosesi wisuda digelar dalam acara bertajuk Ihtifalul Marhalah Qur’aniyah Tahun 2026 di Aula Islamic Centre, Sabtu (4/7/2026). Ratusan orang tua dan wali santri tampak memadati lokasi sejak pagi.
Kepala LPQ Islamic Centre, Tgk. Muhammad, S.H., M.H., mengatakan momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Ia menekankan bahwa para santri kini memasuki fase baru dalam perjalanan mereka bersama Al-Qur’an.
“Hari ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal bagi anak-anak kita untuk terus bersama Al-Qur’an. Kami berharap seluruh wisudawan menjadi generasi qur’ani yang mencintai Al-Qur’an, menjaga akhlaknya, serta mampu menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Tgk. Muhammad dalam sambutannya.
Ia juga menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi para ustaz, ustazah, orang tua, serta donatur dan mitra yang mendukung pendidikan di LPQ Islamic Centre.
Rangkaian acara turut diisi orasi ilmiah oleh Ustaz Dr. Damanhur Abbas, Lc., M.A. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya dari kemampuan membaca atau menghafal.
“Generasi Qur’ani bukan hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak. Tantangan zaman saat ini menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan memiliki akhlak yang mulia,” ungkapnya.
Ustaz Damanhur mendorong para wisudawan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sepanjang hayat.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe yang diwakili Kepala UPTD Masjid Agung Islamic Centre, Tgk. H. Suhadi, S.T., mengapresiasi konsistensi LPQ Islamic Centre dalam membina pendidikan Al-Qur’an. Menurutnya, lembaga ini punya peran strategis membentuk karakter generasi muda.
“Wisuda adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Anak-anak harus terus dibimbing agar tetap membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Pendidikan Al-Qur’an membutuhkan kolaborasi antara lembaga, keluarga, dan masyarakat agar lahir generasi yang kuat akidah, mulia akhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” kata Tgk. Suhadi.
Ia mengajak para orang tua untuk tidak berhenti mendampingi putra-putrinya setelah diwisuda.
Selain prosesi wisuda, kegiatan dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan hafalan santri, persembahan seni islami, serta penyerahan piagam penghargaan. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, Imam Besar Islamic Centre, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Adat Aceh (MAA), Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Polsek Banda Sakti, Koramil Banda Sakti, serta sejumlah pimpinan lembaga pendidikan dan perbankan syariah di Lhokseumawe.