ACEH — Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya. IHSG sukses menembus level 6.000, ditutup menguat signifikan pada sesi perdagangan, Senin (17/2). Sektor saham BUMN menjadi lokomotif utama penguatan ini, dengan saham PT Pertamina (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kenaikan volume transaksi yang deras.
Dony Oskaria, COO Danantara, menilai reli IHSG merupakan sinyal bahwa investor mulai kembali percaya pada prospek investasi di Indonesia. Ia mengapresiasi langkah para investor yang tidak panik dan tetap rasional di tengah volatilitas.
"Kepercayaan pasar terhadap investasi, terutama di sektor BUMN, sangat luar biasa. Ini menunjukkan fundamental ekonomi kita masih solid," ujar Dony dalam pernyataan resminya, kemarin.
Data perdagangan mencatat, saham PT Pertamina (Persero) menjadi salah satu kontributor terbesar penguatan IHSG. Sentimen positif juga datang dari sektor perbankan, di mana saham BRI berhasil menarik minat investor institusi asing. Saham Telkom ikut meroket seiring optimisme pasar terhadap transformasi digital perusahaan.
Kenaikan ini terjadi setelah beberapa pekan sebelumnya IHSG tertekan oleh aksi jual investor asing. Kini, investor ritel dan institusi domestik mulai kembali mengakumulasi saham, terutama yang berkapitalisasi besar dan memiliki fundamental kuat.
Dony Oskaria menambahkan, kebangkitan IHSG ini tidak lepas dari upaya kolektif para direksi BUMN dalam menjaga kinerja keuangan dan efisiensi operasional. Ia mendorong pelaku pasar untuk terus mencermati prospek jangka panjang, bukan sekadar pergerakan harian.
"Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan pesimis. Momentum ini harus dijaga dengan tata kelola yang baik dan transparansi," tegasnya.
Pasar kini menanti langkah lanjutan dari emiten BUMN lainnya, termasuk potensi pembagian dividen dan realisasi belanja modal tahun ini, yang diperkirakan akan semakin mengerek kepercayaan investor.