ACEH — Meta mengumumkan pengaturan baru yang membatasi seberapa sering remaja melihat konten terkait citra tubuh dan kesehatan mental di Instagram. Kebijakan ini berlaku untuk rekomendasi yang muncul di feed utama, Explore, dan Reels. Targetnya adalah konten yang secara teknis tidak melanggar aturan, tapi berpotensi berdampak negatif jika ditonton berulang kali.
Pembatasan mencakup unggahan tentang penurunan berat badan, panduan nutrisi ekstrem, rutinitas angkat beban berlebihan, dan cara mengatasi kecemasan. Meta menyebut topik-topik ini perlu "diimbangi dengan jenis konten lain, bukan ditampilkan berulang." Langkah ini merupakan perluasan dari kebijakan tahun lalu yang sudah memblokir konten bermuatan seksual dan istilah pencarian dewasa seperti alkohol serta kekerasan.
Instagram selama bertahun-tahun dituding menjerumuskan remaja ke dalam lubang algoritma yang memperburuk kesehatan mental. Tuduhan ini mengemuka dalam persidangan perdata soal kecanduan media sosial di Los Angeles, di mana juri memenangkan pihak penggugat melawan Meta. Dengan pembatasan baru ini, Meta ingin mencegah remaja melihat konten serupa secara terus-menerus yang bisa memicu kecemasan dan masalah harga diri.
Pengaturan ini sudah mulai diuji coba di Instagram. Meta berencana memperluasnya ke Facebook dan Messenger pada akhir tahun ini. Perusahaan sebelumnya membandingkan akun remaja mereka dengan rating film PG-13, meskipun perbandingan itu ditolak Motion Picture Association.
Remaja Indonesia yang aktif di Instagram tetap bisa melihat konten diet atau olahraga, tapi tidak lagi secara beruntun dalam jumlah banyak. Algoritma akan menekan frekuensi kemunculan konten serupa setelah remaja menontonnya beberapa kali. Ini penting mengingat tingginya angka kecemasan pada remaja yang kerap dikaitkan dengan tekanan citra tubuh dari media sosial.
Tidak. Konten yang tidak melanggar aturan tetap bisa muncul, tapi frekuensinya dikurangi. Konten yang sudah diblokir penuh adalah yang bermuatan seksual dan istilah pencarian dewasa.
Pengaturan ini bersifat otomatis dan diterapkan oleh sistem. Remaja tidak bisa mematikan fitur pembatasan konten berulang ini dari akun mereka.
Tidak. Pembatasan ini hanya menyasar akun remaja. Pengguna dewasa tetap bisa melihat konten apa pun tanpa batasan frekuensi dari kebijakan ini.