ACEH — Kementerian Koperasi memproyeksi kehadiran Kopdes Merah Putih mampu menghemat pengeluaran rumah tangga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. Penghematan itu berasal dari penyaluran komoditas bersubsidi melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Skema distribusi baru ini menyasar LPG 3 kilogram hingga pupuk.
Proyeksi tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dalam keterangan pers, Minggu (18/10). Menurut Zabadi, seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan lewat Kopdes Merah Putih sehingga harga yang diterima masyarakat sesuai kebijakan pemerintah.
"Setiap keluarga nanti diperkirakan dapat menghemat rata-rata sekitar Rp200 ribu - Rp300 ribu per bulan karena seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih," kata Zabadi pada Wisuda Ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, Sabtu (17/10), melansir Antara.
Empat Komoditas yang Jadi Andalan Penghematan
Ada empat komoditas bersubsidi yang menjadi tulang punggung skema ini: LPG 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta pupuk. Keempatnya selama ini menjadi pos pengeluaran rutin rumah tangga kecil.
Penyaluran lewat koperasi diarahkan agar masyarakat yang berhak memperoleh barang bersubsidi dengan harga sesuai kebijakan. Kemenkop menilai jalur distribusi yang lebih dekat ke konsumen bisa memangkas rantai perantara yang selama ini menekan harga di tingkat desa.
Bukan Sekadar Penyalur, Kopdes Juga Jadi Offtaker
Fungsi koperasi tidak berhenti sebagai saluran distribusi barang bersubsidi. Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi offtaker atau penyerap produk masyarakat desa, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga produk usaha warga.
Dengan peran itu, produsen di tingkat lokal mendapat kepastian pasar dan harga. Zabadi menyebut koperasi juga diarahkan menyerap komoditas saat harga tertekan. Untuk beras, penyerapan diharapkan dilakukan ketika harga hasil panen berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.
Kopdes Merah Putih juga masuk dalam infrastruktur penyaluran program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan, mencakup bantuan pangan, pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian.
Potensi Serapan Tenaga Kerja 1 Juta-1,5 Juta Orang
Dari sisi ketenagakerjaan, Zabadi menyebut KDKMP berpotensi membuka 1 juta hingga 1,5 juta lapangan kerja. Hitungan itu bertumpu pada lebih dari 83.000 koperasi yang menjadi basis proyeksi, masing-masing membutuhkan rata-rata 10-17 tenaga kerja.
Angka tersebut menjadikan Kopdes Merah Putih salah satu program dengan dampak tenaga kerja terbesar di level desa. Namun realisasinya bergantung pada kecepatan pembentukan koperasi di tiap wilayah dan kesiapan pengelola lokal.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Desa dan Konsumen
Bagi rumah tangga, daya beli berpotensi naik jika penghematan Rp200 ribu-Rp300 ribu per bulan benar terwujud. Bagi petani dan nelayan, peran offtaker memberi alternatif pembeli selain tengkulak, terutama saat panen raya menekan harga.
Kemenkop menilai keberadaan koperasi di tingkat lokal dapat meningkatkan efektivitas distribusi program sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dan layanan ekonomi. Zabadi juga mendorong perguruan tinggi dan lulusan sarjana ikut mengembangkan koperasi melalui riset, inovasi, dan penguatan model bisnis di daerah.