Pencarian

Tiga Alumni PMMU Banda Aceh Lanjut Studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Jalur Mandiri Difasilitasi IKAT Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 • 10:46:32 WIB
Tiga Alumni PMMU Banda Aceh Lanjut Studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Jalur Mandiri Difasilitasi IKAT Aceh
Tiga alumni PMMU Banda Aceh dilepas untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

BANDA ACEH — Direktur PMMU Ustaz Martunis melepas tiga alumni dalam kegiatan yang dirangkai dengan diskusi dan pengarahan sebelum keberangkatan. Turut hadir Ketua Alumni dan Angkatan Forum Silaturahmi Alumni PMMU Juanda.

Ketiga alumni tersebut adalah Muhammad Syahputra, Azzam Al-Anzami, dan Khairul Azzam. Mereka akan menempuh bidang studi berbeda: Syariah Islamiyah, Ushuluddin, dan Dirasat Islamiah.

Siapa Ketiga Alumni yang Berangkat ke Kairo

Muhammad Syahputra merupakan alumni angkatan ke-29 Ajyalul Mafaz asal Muara Batu, Aceh Utara. Ia akan menempuh pendidikan di Fakultas Syariah Islamiyah melalui jalur mandiri yang difasilitasi IKAT Aceh melalui Markaz Tathwir.

Azzam Al-Anzami berasal dari Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, dan melanjutkan studi di bidang Ushuluddin. Adapun Khairul Azzam, alumni angkatan ke-29 Ajyalul Mafaz asal Tanah Pasir, mengambil jurusan Dirasat Islamiah di Universitas Al-Azhar Syarif.

Seleksi Panjang: Tahdid Mustawa hingga Ujian Penyetaraan Ijazah

Martunis menyampaikan bahwa ketiga alumni telah melalui proses seleksi yang panjang sebelum memperoleh kesempatan belajar di Mesir. Tahapan yang dilalui meliputi ujian penentuan tingkat kemampuan bahasa Arab (Tahdid Mustawa), kursus bahasa (Daurah Lughah), serta ujian penyetaraan ijazah.

"Alhamdulillah, hari ini kalian bertiga telah terpilih dengan proses seleksi yang sangat panjang untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir," ungkap Martunis.

Ia mengingatkan agar nilai-nilai kepesantrenan tetap menjadi landasan selama menuntut ilmu di negeri orang. Pendidikan pesantren, menurutnya, bertujuan membentuk insan yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.

Pesan Direktur: Ketekunan dan Disiplin Jadi Kunci

Martunis menekankan bahwa pendidikan di Mesir menuntut ketekunan dan kedisiplinan yang konsisten. Para alumni diminta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan selama proses pembelajaran.

"Pendidikan di Mesir tidaklah mudah, butuh ketekunan dan disiplin yang konsisten untuk mencapai kesuksesan dalam proses pembelajaran," ujarnya.

PMMU tetap membuka ruang konsultasi bagi para alumni apabila menghadapi kendala selama menempuh pendidikan di Mesir. Martunis berharap setiap tantangan menjadi proses pendewasaan dalam membentuk pribadi yang berilmu dan berintegritas.

"Tantangan itu pasti ada, namun hakikat tantangan adalah untuk mendewasakan kita agar menjadi ulama yang intelektual dan berintegritas tinggi," ungkapnya.

Cerita Para Alumni: Melawan Rasa Malas hingga Kelas Bahasa Sampai Tengah Malam

Muhammad Syahputra menyebut tantangan terbesar selama persiapan adalah melawan rasa malas dan bosan. Ia memandang PMMU sebagai titik awal terbentuknya impian yang kini terwujud.

"PMMU adalah ibu saya, di tempat ini saya memulai, membentuk, dan memperjuangkan setiap impian saya. PMMU adalah tempat yang memberikan segalanya dalam hidup saya, salah satunya bisa lolos di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir," ujar Syahputra.

Azzam Al-Anzami merasakan pembinaan di PMMU membantunya menguasai ilmu agama, kemampuan bahasa Arab, kedisiplinan, dan kemandirian. Salah satu tahapan terberat baginya adalah mengikuti kelas peningkatan kemampuan bahasa yang berlangsung hingga tengah malam.

"Saya memilih Mesir karena negara ini memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat, khususnya di Universitas Al-Azhar yang telah melahirkan banyak ulama terkemuka," ungkap Azzam.

Khairul Azzam menyebut persiapannya meliputi pemenuhan dokumen, ujian penentuan tingkat bahasa Arab, kursus bahasa, serta ujian penyetaraan. Pengalamannya sebagai ketua bagian bahasa di pesantren membantunya mengembangkan kemampuan bahasa Arab dan Inggris.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Khairul bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang magister dan menjadi dosen di salah satu universitas di Indonesia.

Bantuan Materiil untuk Bekal Keberangkatan

Di akhir kegiatan, Direktur PMMU menyerahkan bantuan materiil kepada ketiga alumni yang dinyatakan lolos. Bantuan diberikan sebagai bekal menghadapi proses pendidikan di Mesir.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hariandaerah.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks