Pencarian

Apple Dikabarkan Bayar Penerbit Berita untuk Latih Siri, Tapi Jawabannya Bisa Terasa Ketinggalan Zaman

Jumat, 14 Agustus 2026 • 02:43:01 WIB
Apple Dikabarkan Bayar Penerbit Berita untuk Latih Siri, Tapi Jawabannya Bisa Terasa Ketinggalan Zaman
Apple dikabarkan menjalin negosiasi dengan sejumlah penerbit berita untuk melatih asisten virtual Siri.

ACEH — Laporan terbaru dari The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Apple tengah bernegosiasi dengan beberapa penerbit untuk kesepakatan multi-tahun. Tujuannya, melatih asisten virtual Siri agar mampu menjawab pertanyaan seputar isu terkini menggunakan artikel dari media tersebut. Model ini mirip dengan yang sudah diterapkan Google pada Gemini AI, namun dengan anggaran yang disebut-sebut lebih besar, mencapai ratusan juta dolar, tergantung pada seberapa banyak konten penerbit yang digunakan.

Langkah ini merupakan perubahan signifikan dari kebiasaan umum industri AI yang kerap "menggaruk" data tanpa izin. Daripada berdebat soal hak cipta, Apple memilih jalan pintas dengan membayar langsung. Ini juga menjadi solusi atas masalah "halusinasi AI" — kondisi di mana Siri memberikan jawaban salah dengan percaya diri. Dengan sumber yang telah melalui proses editorial, koreksi, dan pertanggungjawaban, kualitas jawaban Siri diharapkan jauh lebih baik.

Kekhawatiran akan kesalahan AI memang sudah terbukti. Pada awal 2025, Apple sempat menghentikan fitur ringkasan notifikasi untuk aplikasi berita dan hiburan setelah Apple Intelligence menghasilkan ringkasan keliru. Salah satu contoh paling mencolok adalah ketika sistem secara salah menampilkan berita BBC yang mengabarkan tersangka pembunuhan Luigi Mangione menembak dirinya sendiri. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi Apple.

Kebiasaan Konsumsi Berita yang Berubah Drastis

Masalahnya, model bisnis yang diusung Apple ini terasa kurang relevan dengan realitas konsumsi berita saat ini. Laporan Digital News Report 2026 dari Reuters Institute menunjukkan bahwa media sosial dan platform video telah menyalip situs web dan aplikasi penerbit sebagai sumber berita utama di banyak negara. Secara global, 30% responden kini mengandalkan platform sosial dan video, naik dari 22% lima tahun lalu.

Perbedaan ini paling tajam terlihat di kalangan anak muda. Lebih dari separuh responden berusia 18-24 tahun menjadikan media sosial, platform video, dan chatbot AI sebagai jalur utama untuk mendapatkan berita. Sementara itu, penggunaan situs web berita di kalangan usia 18-34 tahun menurun drastis, bahkan tidak lagi menjadi sumber utama bagi kelompok usia mana pun secara global.

Perhatian pengguna muda juga beralih. Studi terpisah dari Reuters Institute menemukan bahwa 51% pengguna berita media sosial berusia 18-24 tahun lebih memperhatikan konten dari kreator individu dan tokoh publik. Hanya 39% yang menyatakan hal yang sama untuk organisasi berita tradisional atau jurnalis.

Data dari Pew Research Center di Amerika Serikat memperkuat temuan ini. Sekitar 38% orang Amerika berusia 18-29 tahun rutin mendapatkan berita dari para influencer, dibandingkan hanya 8% untuk usia 65 tahun ke atas. Lebih dari tiga perempat pengguna muda mengaku menemukan berita secara tidak sengaja, bukan mencarinya dengan sengaja.

Risiko Siri Menjadi "Kurang Gaul"

Tentu saja, ini bukan berarti Siri harus mengulang spekulasi podcaster atau memperlakukan video yang belum terverifikasi sebagai fakta. Kualitas jurnalisme independen dan komentar kreator sangat bervariasi, dan platform sosial bisa menyebarkan informasi salah lebih cepat daripada koreksi dari redaksi. Namun, bahaya juga mengintai di sisi ekstrem yang lain.

Jika Siri terlalu bergantung pada sejumlah penerbit besar, jawabannya mungkin benar secara faktual tetapi kehilangan konteks yang penting. Siri bisa saja mengulang catatan resmi tanpa menyertakan wawancara langsung, video saksi mata, buletin khusus, atau laporan independen yang justru membuat sebuah berita menjadi kaya. Akibatnya, Siri akan terdengar seperti ringkasan datar yang tidak bisa membedakan antara laporan langsung, analisis, dan spekulasi — sesuatu yang biasanya bisa dilakukan oleh jurnalis manusia.

Penerbit berita memang bisa memberikan dasar yang kuat untuk Siri, tetapi mereka tidak bisa menutupi seluruh ekosistem berita sendirian. Jurnalis yang juga pengguna iPhone, seperti Amanda dari Tom's Guide, menilai bahwa membayar penerbit adalah langkah awal yang baik, tetapi bukan jawaban menyeluruh. Ia berharap Siri bisa membedakan klaim yang sudah terkonfirmasi, menyebutkan sumbernya, dan mengakui laporan kredibel yang muncul dari luar daftar penerbit resmi.

Apple perlu membangun sistem yang lebih cerdas daripada sekadar daftar penerbit yang disetujui. Siri seharusnya bisa memulai dari informasi yang terverifikasi, mengidentifikasi apa yang belum jelas, dan mengakui laporan langsung yang muncul dari sumber lain. Jika tidak, Siri berisiko memberikan jawaban akurat yang tetap terasa selangkah di belakang percakapan publik. Membayar penerbit adalah fondasi yang kuat, tetapi itu tidak bisa menjadi satu-satunya strategi Apple untuk memahami cara kerja berita di era sekarang.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks