ACEH — Laporan investigasi Reuters yang dirilis pekan lalu mengungkap praktik yang disebut model distillation. Peneliti militer China menyaring kemampuan penalaran dari model AI besar milik perusahaan AS, lalu memindahkannya ke sistem kecil yang bisa dijalankan di perangkat lokal. Temuan ini disusun bersama Jamestown Foundation, lembaga riset berbasis di Washington, dan mencakup lebih dari 80 makalah serta paten yang telah diverifikasi independen oleh Reuters.
Mengapa Metode Distillation Jadi Celah?
Kontrol ekspor AS dirancang untuk membatasi pasokan chip canggih seperti GPU Nvidia ke China. Chip ini merupakan komponen utama untuk melatih model AI kelas atas dari nol. Namun, metode distillation tidak membutuhkan chip tersebut.
Prosesnya sederhana: output dari model besar—yang sudah dilatih dengan biaya mahal oleh perusahaan AS—dijadikan data pelatihan untuk model yang lebih kecil. Model kecil ini mewarisi kemampuan tertentu dengan biaya komputasi jauh lebih murah dan bisa beroperasi di perangkat keras sederhana.
Sunny Cheung, peneliti Jamestown yang menganalisis lebih dari 60 makalah, menjelaskan nilai utama distillation terletak pada proses penalaran, bukan sekadar jawaban akhir. "Membuat model menghasilkan output yang benar relatif mudah, tetapi mengajarinya penalaran di balik jawaban itu jauh lebih sulit," ujarnya kepada Reuters. Makalah-makalah tersebut menunjukkan upaya peneliti militer China untuk memindahkan proses penalaran tersebut ke sistem yang mereka kendalikan sendiri.
Dampak pada Kontrol Ekspor AS
Temuan ini mempertegas keterbatasan instrumen kebijakan AS. Kontrol ekspor mengatur objek fisik: chip, perangkat keras, dan peralatan yang melintasi perbatasan dan bisa dihitung. Sementara itu, transfer yang terjadi di sini adalah teks—output yang dihasilkan model AI—yang tidak melintasi perbatasan dalam pengertian bea cukai dan tidak bisa didata.
Pemerintahan Trump telah menyoroti masalah ini, termasuk klaim bahwa Kimi K3, model buatan lab riset China, didistilasi dari model Fable milik Anthropic. Namun, pengakuan atas masalah ini belum diikuti solusi yang operasional.
Ironi Kebijakan Dua Arah
Pola ini menciptakan ironi. Di satu sisi, Beijing membatasi akses konsumen ke model AI Barat dengan alasan keamanan. Di sisi lain, peneliti militernya justru memanfaatkan output sistem Amerika untuk kepentingan pertahanan. Pemerintah China juga mendorong lab AI domestik untuk beralih dari chip rancangan AS ke silikon buatan sendiri, sebuah pergeseran yang dalam jangka panjang berpotensi mengancam pangsa pasar Nvidia dan AMD.
Perdebatan apakah distillation tergolong pencurian atau praktik standar industri mungkin belum menemukan titik temu. Namun, kedua jawaban tersebut sama-sama belum menawarkan mekanisme kontrol yang efektif bagi regulator AS. Yang jelas, metode ini menjadi jalur alternatif bagi Beijing untuk memperkuat kapabilitas AI militernya tanpa bergantung pada pasokan chip tercanggih.