Pencarian

GIIAS 2026: Kaca Film dan PPF Bukan Lagi Aksesori, Tapi Bagian dari Hitungan Beli Mobil

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 16:38:31 WIB
GIIAS 2026: Kaca Film dan PPF Bukan Lagi Aksesori, Tapi Bagian dari Hitungan Beli Mobil
Pengunjung mengamati demonstrasi kaca film LLumar dan CPF1 di booth JKIND pada GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang.

ACEH — Faktor pendorongnya sederhana: panas matahari dan kondisi jalan. Kaca film berfungsi menahan radiasi panas (thermal rejection) agar kabin tidak cepat panas dan AC tidak bekerja ekstra berat. Lebih dari itu, kaca film yang baik menyaring sinar ultraviolet—risiko penuaan dini dan kanker kulit bagi pengemudi yang sehari-hari di jalan adalah alasan medis yang sering dilupakan orang.

Sementara itu, PPF bekerja di lapisan berbeda. Fungsinya melindungi cat body dari goresan kerikil, ranting, hingga gesekan saat cuci mobil. Bagi pemilik yang paham hitungan jual-beli kendaraan bekas, PPF adalah investasi terukur, bukan sekadar pengeluaran.

25 Tahun JKIND: Dari Distributor ke Sponsor Utama GIIAS

JKIND berdiri sejak 2001 dan telah beroperasi seperempat abad. Perusahaan ini adalah distributor dan aplikator kaca film otomotif, arsitektural, serta PPF. Untuk GIIAS 2026 yang berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD, JKIND hadir sebagai sponsor—langkah yang mereka sebut sebagai bentuk apresiasi langsung kepada konsumen, bukan sekadar ajang pamer produk.

"Perjalanan 25 tahun ini adalah bukti dari kepercayaan mendalam yang diberikan oleh masyarakat, mitra bisnis, dan jaringan dealer resmi kami di seluruh Indonesia," kata Herrys, National Sales & Marketing Manager PT Jaya Kreasi Indonesia.

Di booth JKIND, pengunjung bisa menguji langsung performa penolakan panas dari kaca film LLumar dan CPF1, serta berkonsultasi soal perlindungan bodi lewat PPF Duratect.

Tiga Brand, Tiga Posisi Pasar yang Berbeda

JKIND tidak menerapkan strategi satu produk untuk semua segmen. Mereka memegang tiga brand dengan target pasar yang berbeda.

  • LLumar — produk dari Eastman Chemical Company, Amerika Serikat. Pabriknya di Martinsville, Virginia, diklaim sebagai pabrik kaca film terbesar di dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 28 juta meter persegi per tahun. Produk ini direkomendasikan oleh Skin Cancer Foundation karena kemampuannya menahan sinar ultraviolet. Garansi berlaku 7 tahun.
  • CPF1 — house brand JKIND dengan sumber pabrik dari Amerika Serikat. Sejak 2002, CPF1 sudah dipercaya sebagai pemasok kaca film OEM untuk sejumlah ATPM di Indonesia.
  • Duratect — lini PPF untuk perlindungan bodi kendaraan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pasang

Perlu dicatat, tidak semua kaca film dan PPF di pasaran memiliki kualitas setara. Angka thermal rejection dan garansi yang jelas adalah pembeda utama—dan di sinilah produk OEM seperti CPF1 yang sudah dipasang dari pabrik punya keunggulan soal konsistensi kualitas.

Untuk PPF, perlu diingat bahwa perlindungan maksimal bergantung pada keahlian aplikator. Pemasangan yang tidak rapi justru bisa meninggalkan bekas lem atau gelembung udara. Pastikan memilih aplikator resmi, bukan sekadar melihat harga murah.

Keputusan akhir tetap di tangan pembeli: apakah kaca film dan PPF adalah biaya tambahan yang bisa ditunda, atau bagian dari paket perlindungan yang dihitung sejak awal. Di GIIAS 2026 nanti, konsumen punya kesempatan untuk membandingkan langsung sebelum memutuskan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks