Pencarian

Tesla Cetak Mobil ke-10 Juta, Tapi Penjualan Listriknya Justru Stagnan Dua Tahun Terakhir

Jumat, 31 Juli 2026 • 03:22:01 WIB
Tesla Cetak Mobil ke-10 Juta, Tapi Penjualan Listriknya Justru Stagnan Dua Tahun Terakhir
Pabrik Tesla di Shanghai mencapai kapasitas produksi 950.000 unit per tahun.

ACEH — Pabrikan asal Amerika Serikat itu mengumumkan produksi mobil ke-10 juta pada pekan ini. Capaian itu memang belum pernah diraih pabrikan kendaraan listrik lain. Tapi angka itu seharusnya sudah bisa diraih lebih awal jika tren pertumbuhan tahunan 50% yang sempat dijanjikan Elon Musk tidak terhenti di 2023.

Dua Tahun Berturut-Turut Penjualan Anjlok

Pada 2023, Tesla mengirimkan 1,81 juta unit ke konsumen — puncak tertinggi sejauh ini. Setahun kemudian, angka itu turun menjadi 1,79 juta. Penurunan berlanjut di 2025 dengan 1.636.129 unit, atau minus 9% dibanding tahun sebelumnya. Kuartal II 2026 pun belum menunjukkan perbaikan berarti dengan produksi 451.758 unit dan pengiriman 480.126 unit.

Ini pertama kalinya Tesla mencatat penurunan penjualan tahunan sejak perusahaan berdiri. Padahal, kapasitas pabrik yang dimiliki saat ini mencapai lebih dari 2,3 juta unit per tahun — artinya ada lebih dari 500.000 unit kapasitas menganggur.

Pabrik Jalan Setengah Hati, Permintaan Lesu

Berdasarkan data kapasitas terpasang Tesla, pabrik Shanghai sanggup memproduksi 950.000 unit per tahun, Fremont 550.000 unit, Berlin 375.000 unit, dan Texas 500.000 unit (250.000 Model Y, 125.000 Cybertruck, dan 125.000 Cybercab). Realitanya, tingkat produksi kuartal II 2026 hanya setara 1,8 juta unit setahun.

Tesla bukan lagi perusahaan yang terkendala pasokan. Justru sebaliknya, permintaan yang melamban jadi masalah utama. Pabrik-pabrik yang dibangun dengan investasi miliaran dolar beroperasi di bawah kapasitas optimal.

Model 3 dan Model Y Masih Jadi Tulang Punggung, Tapi Sudah Tua

Model 3 dan Model Y memang masih menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia. Namun keduanya sudah dipasarkan sejak 2017 dan 2020. Cybertruck yang sempat digadang-gadang justru gagal di pasar. Cybercab dan Semi masih dalam tahap awal produksi. Roadster? Masih mangkrak di tahap "pengembangan desain" selama bertahun-tahun.

Sementara itu, perhatian Tesla justru teralih ke robotaxi dan robot humanoid Optimus. Ironisnya, armada robotaxi Tesla justru menyusut, bukan bertambah. Optimus juga terus molor. Kedua proyek itu belum menghasilkan satu pun tambahan penjualan mobil.

Alasan Tesla: Sedang di Antara Dua Gelombang Besar

Dalam laporan pemegang saham kuartal I 2024, Tesla menyebut sedang berada di antara dua gelombang pertumbuhan besar. Gelombang pertama adalah Model 3 dan Model Y. Gelombang kedua dijanjikan lewat kendaraan generasi berikutnya yang lebih murah. Dua tahun berlalu, gelombang kedua itu tak kunjung datang.

Electrek, media yang melaporkan berita ini, menyoroti bahwa pertumbuhan Tesla sudah mati sejak 2023. Menurut mereka, ini bukan jeda antar gelombang, melainkan perusahaan yang berhenti berinvestasi pada mobil listrik dan mempertaruhkan masa depannya pada robot dan otonom. "Elon Musk kehilangan sentuhannya dan mendorong Tesla terlalu cepat ke otonomi dan robotika," tulis mereka.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks