ACEH — Ketegangan antara UEFA dan FIFA mencapai titik puncak. Konfederasi sepak bola Eropa itu memanggil seluruh anggotanya untuk membahas langkah konkret menghadapi rencana Infantino yang disebut akan "menjual jiwa" sepak bola melalui skema baru bernama FIFA Forward Enterprise.
Boikot Piala Dunia Wanita 2023 Jadi Opsi
Menurut laporan The Guardian, beberapa federasi Eropa sempat menyinggung boikot terhadap Piala Dunia Wanita 2023 dalam diskusi awal. Turnamen itu merupakan agenda FIFA terdekat setelah putra.
Namun, ada keengganan di sejumlah pihak untuk menjadikan sepak bola wanita sebagai korban dari protes yang sebenarnya berpusat pada komersialisasi Piala Dunia pria dan Piala Dunia Antarklub. "Kami tidak ingin membuat sepak bola wanita menderita akibat ulah FIFA," kata seorang sumber internal UEFA.
Dua Konfederasi Besar Dukung UEFA, Tapi Ada yang Beda Suara
Kecaman UEFA mendapat angin segar. Concacaf (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) dan AFC (Asia) secara terbuka menyatakan kekecewaan karena tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana ini.
"Kami baru tahu dari laporan media. Tidak ada diskusi sebelumnya dengan badan tata kelola yang relevan," tulis Concacaf dalam pernyataan resmi. AFC juga menyesalkan keputusan itu bocor ke publik sebelum dibahas melalui kanal resmi.
Namun, unanimitas belum terjamin. Republik Ceko menjadi federasi Eropa pertama yang menyatakan dukungan pada rencana Infantino. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Arab Saudi — sekutu dekat Infantino dan tuan rumah Piala Dunia 2034 — disebut-sebut mendukung sikap AFC yang mengkritik, bukan mendukung.
Deadline $20 Juta dan Ancaman Statuta FIFA
UEFA menuding Infantino memberikan tenggat waktu 19 September bagi setiap asosiasi untuk menyetujui proposal ini. Jika setuju, masing-masing federasi mendapat dana awal $20 juta (sekitar Rp300 miliar). Dana tambahan $20 juta lagi akan diberikan kemudian.
"FIFA memberi tenggat: dukung rencana kami, atau tawaran dicabut. Ini menjelaskan segalanya tentang rencana mereka," ujar UEFA dalam pernyataan kedua. "FIFA tidak bisa terus menggunakan olahraga kami untuk memperkaya diri sendiri dan teman-temannya."
Yang menjadi krusial: menjual 20% saham ke investor memerlukan perubahan statuta FIFA. Perubahan statuta butuh persetujuan 75% suara anggota kongres — angka yang jauh lebih sulit diraih ketimbang suara mayoritas biasa.
Infantino Yakin Punya Suara Cukup
Di tengah gelombang protes, Infantino tetap percaya diri. Ia telah menerima lebih dari 200 surat dukungan untuk pencalonan kembali sebagai presiden tahun depan. Namun, belum jelas apakah proposal penjualan saham ini cukup disetujui mayoritas sederhana atau harus 75%.
Presiden Concacaf, Victor Montagliani, yang berperan besar dalam keberhasilan tuan rumah bersama AS-Meksiko-Kanada untuk Piala Dunia 2026, mengaku tidak diberi tahu soal rencana ini. Padahal, investor yang disebut-sebut akan membeli saham — Thrive Eternal yang berbasis di New York — berasal dari kawasannya.