ACEH — Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola: Spanyol versus Argentina. Laga puncak di New Jersey New York Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, diprediksi berjalan sengit. Rafael Nadal, penggemar sepak bola asal Mallorca, optimistis tim kesayangannya mampu membawa pulang trofi kedua setelah sukses di Afrika Selatan 2010.
Catatan Hanya Kebobolan Satu Gol Sepanjang Turnamen
Nadal menyoroti perkembangan luar biasa skuad asuhan Luis de la Fuente. La Roja melaju ke final tanpa tersentuh kekalahan: enam kemenangan dan satu hasil imbang. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol dicetak Charles De Ketelaere saat perempat final melawan Belgia.
“Spanyol hanya perlu bermain di level yang selama ini ditunjukkan. Jika berhasil mempertahankannya, itu akan sangat menyulitkan bagi Argentina,” ucap Nadal dalam wawancara dengan El Partidazo de COPE via TyC Sport, Kamis (17/7/2026).
Nadal: Argentina Akan Mainkan Sepak Bola Brilian di Babak Kedua
Petenis berusia 40 tahun itu mengakui kualitas Albiceleste asuhan Lionel Scaloni. Ia mencontohkan performa Argentina di semifinal melawan Inggris. “Babak pertama bukan tontonan istimewa, tetapi begitu Inggris unggul, Argentina benar-benar memainkan sepak bola brilian sepanjang babak kedua,” jelas Nadal.
Menurutnya, duel nanti akan menjadi pertarungan dua tim dengan karakter kuat. “Kedua belah pihak akan menggunakan senjata andalan masing-masing. Spanyol akan bermain dengan seluruh senjata yang dimiliki, tidak perlu memikirkan apa yang dilakukan lawan,” tambah pria asal Mallorca itu.
Perjalanan La Roja: Dari Imbang Lawan Debutan ke Final
Spanyol sempat ditahan imbang tim debutan Tanjung Verde di fase grup. Selepas itu, Rodri dkk. tancap gas: menang beruntun atas Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0). Rapor pertahanan jadi senjata utama — hanya satu kebobolan dalam tujuh laga.
Nadal mengaku akan menonton final dari rumah bersama keluarga. Ia menyambut peluang skuad La Roja menambah koleksi Piala Dunia menjadi dua, menyusul sukses pertama mereka 16 tahun lalu.