TAPAKTUAN — Gerakan ini digaungkan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai akhlak dan transformasi pendidikan di Aceh. Annadwi menjelaskan, inisiatif tersebut sejalan dengan program Pemerintah Aceh yang tengah menguatkan pendidikan karakter berbasis nilai agama dan akhlak, termasuk melalui implementasi “Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”
Bukan Sekadar Rutinitas Mengantar ke Gerbang
Menurut Annadwi, mengantar anak ke sekolah pada hari pertama bukan sekadar aktivitas mengantar hingga gerbang sekolah. Momen ini memiliki dampak psikologis dan emosional yang besar bagi anak yang memasuki lingkungan belajar baru.
“Kehadiran ayah memberikan rasa aman, mengurangi kecemasan (separation anxiety), sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri anak untuk memulai pengalaman barunya di lingkungan sekolah,” ujar Annadwi kepada media, Kamis (9/7).
Kalimat Sederhana, Dampak Besar bagi Mental Anak
Annadwi menekankan, ketika seorang ayah hadir dan menggenggam tangan anaknya sambil memberikan semangat sebelum memasuki kelas, ia sedang menanamkan rasa percaya diri yang akan dikenang anak dalam waktu yang sangat lama. Kalimat sederhana seperti, ‘Ayah yakin kamu pasti bisa,’ dinilai memiliki kekuatan besar dalam membentuk mental dan keberanian anak.
Selama ini, peran ayah kerap dipandang semata sebagai pencari nafkah. Padahal, ketika seorang ayah meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah, anak akan menangkap pesan mendalam bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting.
Investasi Emosional untuk Generasi Aceh
Annadwi menambahkan, perhatian tersebut akan menumbuhkan rasa dihargai, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak. Perjalanan menuju sekolah, percakapan singkat di kendaraan, hingga lambaian tangan orang tua di gerbang sekolah merupakan pengalaman emosional yang akan tersimpan lama dalam ingatan anak.
“Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Selatan akan terus mendorong Gerakan Ayah Hebat, Anak Senang menjadi budaya positif di seluruh SMA, SMK, dan SLB sebagai bagian dari kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan generasi Aceh yang tangguh, berakhlak mulia, dan berprestasi,” tandasnya.
Annadwi berharap, seluruh orang tua di Aceh Selatan dapat menjadikan hari pertama sekolah sebagai momentum memperkuat kasih sayang, perhatian, dan pendampingan terhadap anak. “Ini adalah investasi emosional yang sangat berharga untuk menanamkan kemandirian, keberanian, rasa dicintai, dan semangat belajar sejak anak mulai melangkah ke dunia pendidikan. Dari langkah kecil inilah akan lahir generasi Aceh yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.