ACEH BARAT DAYA — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani di Aceh Barat Daya menggelar Gerakan Tanam Serempak di Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pertanian yang berlangsung di 25 provinsi.
Polbangtan Yogyakarta Magelang ditugaskan mendampingi petani di lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 193,41 hektare. Pendampingan teknis ini menjadi kunci agar target tanam nasional sebesar 50.000 hektare di lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 bisa tercapai.
Mengapa Aceh Barat Daya Jadi Prioritas?
Kabupaten ini dinilai potensial menjadi lumbung pangan di Provinsi Aceh. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah setempat, Amrizal, menyebut sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sudah terbangun kuat. "Dengan kolaborasi yang semakin erat serta pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis Kabupaten Aceh Barat Daya dapat menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Aceh," ujarnya.
Amrizal juga mengapresiasi Kementerian Pertanian, Polbangtan Yogyakarta Magelang, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendampingi sektor pertanian di wilayahnya.
Target 780 Hektare dan Realisasi di Lapangan
Dari target 780,78 hektare, realisasi tanam di Aceh Barat Daya sudah mencapai 543,11 hektare. Artinya, masih ada sekitar 237 hektare yang harus segera ditanami dalam waktu dekat. Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan di tingkat lapangan. "Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak," kata Idha.
Peran Polbangtan: Bukan Sekadar Pendamping
Liaison Officer Brigade Pangan Aceh Barat Daya, Sunardi, yang mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak. "Saya mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, jajaran Kementerian Pertanian, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, para petani," ungkap Sunardi.
Menurutnya, semangat gotong royong yang muncul selama gerakan tanam serempak harus menjadi modal untuk percepatan tanam berikutnya. Ia berharap momentum ini memperkuat sinergi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Kolaborasi Jadi Kunci Swasembada
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tanpa sinergi pusat dan daerah, target swasembada pangan sulit tercapai. "Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan tidak akan tercapai secara optimal," ujar Mentan Amran.
Gerakan Tanam Serempak ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan petani bisa berjalan. Pertanyaannya sekarang: apakah lahan yang tersisa bisa segera tertanami sebelum musim tanam berikutnya bergulir?