BENER MERIAH — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pembangunan jalur alternatif di Bener Meriah tidak sekadar wacana. Ketua Satgas Tito Karnavian turun langsung meninjau titik kritis di Jalan Werlah, yang akan menjadi urat nadi baru konektivitas warga saat Jembatan Enang-Enang diperbaiki.
Lebar Jalan Ditingkatkan Jadi 6 Meter, Target Rampung 2026
Pemerintah menargetkan pengerjaan Jalan Werlah tuntas pada akhir 2026. Ruas jalan yang semula hanya selebar empat meter akan diperlebar menjadi enam meter. Selain pelebaran, jalan ini juga akan diaspal dan dilengkapi jembatan baru untuk memastikan akses masyarakat tidak terputus.
"Kalau sudah pimpinan-pimpinan turun seperti itu, itu (berarti penanganannya) serius. Bukan omong-omong aja dan saya juga pasti akan terus monitor perkembangannya," kata Tito dalam keterangan yang diterima, Rabu (8/7/2026).
Jembatan Swadaya Masyarakat Diperkuat, Portal Dipasang Batasi Truk Besar
Jembatan Enang-Enang yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tetap akan difungsikan selama masa transisi. Namun, strukturnya akan diperkuat terlebih dahulu. Untuk sementara, jembatan hanya boleh dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan ringan.
Kendaraan bertonase besar baru diizinkan melintas setelah hasil kajian teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh rampung. Pemerintah juga akan memasang portal sebagai pembatas untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kelebihan muatan.
"Kita enggak ingin juga kalau ada kecelakaan kemudian roboh," ujar Tito.
Dampak Langsung bagi Mobilitas Warga Bener Meriah
Keberadaan jalur alternatif ini menjadi krusial karena Jembatan Enang-Enang merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Bener Meriah. Selama ini, warga dan pelaku UMKM kerap kesulitan mengangkut hasil pertanian ketika akses utama terganggu. Dengan adanya pelebaran Jalan Werlah dan pembangunan jembatan baru, distribusi logistik dan mobilitas harian warga diharapkan kembali normal sebelum akhir tahun.