ACEH TIMUR — Kebakaran sumur minyak yang dikelola warga secara tradisional di Dusun Utama, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, terjadi pada Minggu (5/1) sekitar pukul 13.30 WIB. Peristiwa ini memicu respons cepat dari pemerintah daerah dan tim gabungan untuk mencegah meluasnya api ke pemukiman dan lahan warga.
Api Belum Padam, Semburan Minyak Masih Aktif
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan bahwa hingga saat ini pusat titik api belum bisa dipadamkan. Hal itu disebabkan semburan minyak yang masih terus keluar dari sumur tradisional tersebut.
"Personel disiagakan untuk mencegah api yang menjalar ke lokasi lainnya. Hingga saat ini, pusat titik api belum bisa dipadamkan lantaran semburan minyak masih aktif," kata Syahrizal di Aceh Timur, Senin.
Upaya Pendinginan Radius 100 Meter
Petugas di lapangan memusatkan upaya pendinginan pada radius sekitar 100 meter dari titik pusat kebakaran. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi agar api tidak merambat ke lahan milik warga yang berada di sekitar lokasi.
"Fokus kami adalah mencegah api merambat ke area lain, terutama lahan milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi sumur minyak yang terbakar," ujarnya.
Medan Sulit, Manuver Armada Pemadam Terbatas
Proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di area yang sempit dan perbukitan. Kondisi ini menyulitkan manuver armada pemadam dan membatasi ruang gerak petugas saat melakukan operasi di lapangan.
"Kondisi lokasi memang cukup sulit dijangkau oleh armada pemadam. Namun demikian, hingga saat ini petugas masih terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman agar api dapat segera dikendalikan," kata Syahrizal Fauzi.
Sejumlah unit armada pemadam kebakaran dari Pos Peurelak, Pos Ranto Peureulak, Pos Idi, dan Pos Julok dikerahkan ke lokasi. Pemadaman diperkuat personel BPBD bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Bupati: Belum Ada Korban Jiwa, Keselamatan Prioritas
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan baik.
"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan bencana maupun keadaan darurat," kata Iskandar.
Bupati juga meminta semua perangkat daerah bergerak cepat dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Iskandar menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah bergerak cepat, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat yang ikut membantu penanganan di lapangan.