SINGKIL — Lagu berjudul 'Judi Online' versi daerah Pak-Pak ciptaan Yudi Sagala mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan muda di Aceh Singkil dan Pak-Pak Barat. Karya yang dirilis pada Senin (6/7/2026) ini rutin diputar di Radio RAFA dan RRI Aceh Singkil dalam program Dendang Daerah.
Ide Berawal dari Keprihatinan Terhadap Maraknya Judi Online
Yudi mengaku ide menciptakan lagu ini muncul setelah melihat pengalaman pahit sebagian masyarakat yang kecanduan judi online. "Saya prihatin melihat maraknya judi online yang cukup merugikan secara finansial. Efek lainnya, pikiran, dan keharmonisan keluarga menjadi berantakan," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Menurut Yudi, dampak judi online tidak hanya soal uang. Banyak kasus perceraian terjadi, anak-anak menjadi korban, hingga urusan dengan utang piutang dan aparat kepolisian. "Parahnya lagi, ada pula terjadi di lingkungan keluarga dekat, awalnya punya harta namun akibat pengaruh judi online harta ludes terjual, emas tergadai, usaha tumpur sampai-sampai kehabisan modal," paparnya.
Lagu Ini Diharapkan Jadi Pencerah bagi Pecandu Judi Online
Yudi berharap lagu ciptaannya bisa menyadarkan para pecandu judi online. "Sedemikian dahsyat pengaruh judi online tersebut. Melihat situasi sudah sangat memprihatinkan, tergerak ide atau inspirasi dalam hati mencipta lagu judi online agar pecandu-pecandu judi cepat sadar akan efeknya," katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan jajaran forkopimda yang telah mendukung karya ini. "Saya berharap melalui lagu ini dapat kiranya memberi pencerahan bagi kita semua, bahwa apa pun alasannya judi online tidak akan menjanjikan apa-apa, hanya kerugian semata yang didapat," sebut Yudi.
Pemkab Aceh Singkil Dukung dan Imbau Warga Hindari Judi Online
Pj Sekda Aceh Singkil, Edi Widodo, turut mengimbau masyarakat untuk menghindari praktik judi online. Menurutnya, judi online tidak menjanjikan apa pun dan justru dapat merusak ekonomi keluarga serta masa depan anak-anak.
Yudi menyampaikan terima kasih kepada para pengguna TikTok, Facebook, dan YouTube yang telah mendukung, serta kepada Zaelani Bako, Nafi Kibot, dan Samsir yang membantu proses syuting video. Ia membuka diri terhadap kritik dan saran untuk perbaikan ke depan. "Kami akan terima dengan legowo guna perbaikan di masa yang akan datang," ucapnya.