BANDA ACEH — Prakirawan BMKG Aceh menyampaikan bahwa potensi hujan lebat tidak merata di seluruh Aceh, melainkan terkonsentrasi di wilayah selatan dan timur provinsi tersebut. Peringatan dini yang dirilis pukul 22.00 WIB ini menyasar daerah-daerah yang masuk dalam zona konvektif signifikan.
Delapan Wilayah Masuk Peringatan Dini, Mana Saja?
BMKG merinci lima kabupaten dan dua kota yang masuk dalam kategori waspada pada Sabtu malam. Kabupaten Aceh Selatan menjadi wilayah dengan potensi terdampak paling awal, khususnya di Kecamatan Trumon, Bakongan Timur, Trumon Timur, dan Trumon Tengah.
Menyusul Kabupaten Aceh Tenggara dengan 15 kecamatan yang harus waspada, termasuk Lawe Alas, Lawe Sigala-gala, Bambel, Badar, dan Babul Makmur. Di Aceh Timur, hujan lebat diprakirakan mengguyur Birem Bayeun, Peureulak, Rantau Selamat, Peureulak Timur, Peureulak Barat, dan Sungai Raya.
Sementara itu, Kabupaten Gayo Lues melaporkan tiga kecamatan berpotensi terdampak, yakni Pining, Puteri Betung, dan Dabun Gelang. Di Aceh Tamiang, peringatan dini mencakup 11 kecamatan, mulai dari Manyak Payed, Bendahara, Karang Baru, hingga Sekerak.
Untuk wilayah perkotaan, Kota Langsa masuk dalam daftar dengan lima kecamatan, yaitu Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Baro. Di Kota Subulussalam, potensi hujan terkonsentrasi di Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat.
Potensi Perluasan: 7 Kabupaten Lain Ikut Terdampak
BMKG tidak hanya mengeluarkan peringatan untuk delapan wilayah awal. Prakirawan juga memperingatkan potensi perluasan cuaca buruk ke tujuh kabupaten lainnya. Di Aceh Selatan, perluasan diprakirakan mencapai Bakongan, Kluet Utara, Kluet Selatan, Labuhan Haji, Meukek, Samadua, Sawang, Tapaktuan, Pasi Raja, Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji Barat, Kluet Tengah, Kluet Timur, dan Kota Bahagia.
Aceh Timur juga berpotensi meluas ke Darul Aman, Julok, Idi Rayeuk, Serbajadi, Nurussalam, Simpang Ulim, Rantau Peureulak, Pante Bidari, Madat, Indra Makmu, Idi Tunong, Banda Alam, Peudawa, Simpang Jernih, Darul Ihsan, Darul Falah, Idi Timur, dan Peunaron.
Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Utara, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Kota Subulussalam juga masuk dalam daftar perluasan. Total, hampir seluruh pesisir barat dan selatan Aceh harus mewaspadai cuaca ekstrem ini.
Cuaca Maritim: Nelayan Diminta Waspada Gelombang Sedang
Khusus untuk Kabupaten Aceh Singkil, BMKG memberikan peringatan tambahan bagi aktivitas maritim. Cuaca di wilayah perairan diprediksi hujan petir dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius dan kelembapan 85 persen.
Angin berembus dari arah utara dengan kecepatan 7 knot, sementara arus laut bergerak ke tenggara dengan kecepatan 1,04 knot. Gelombang laut diperkirakan mencapai 1,5 meter, yang masuk kategori sedang.
“Nelayan dan pengguna transportasi laut agar berhati-hati saat beraktivitas di perairan. Pastikan perlengkapan keselamatan seperti pelampung tersedia sebelum berlayar,” tulis Prakirawan BMKG Aceh dalam keterangan resmi.
Prakiraan Minggu Pagi: Hujan Ringan Masih Mengintai
Memasuki Minggu (5/7/2026), BMKG memprakirakan mayoritas kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Tujuh kecamatan yang diprediksi hujan antara lain Pulau Banyak, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Danau Paris, Singkohor, Kuala Baru, dan Suro Makmur.
Sementara itu, Kecamatan Singkil, Kota Baharu, Singkil Utara, dan Pulau Banyak Barat tetap harus waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Suhu rata-rata di Aceh Singkil berkisar antara 25 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara 74 hingga 98 persen.