BANDA ACEH — Rencana pembangunan rel kereta api yang menyambung Banda Aceh dengan Besitang di Sumatera Utara resmi masuk daftar prioritas PT Kereta Api Indonesia (Persero). Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa proyek sepanjang 478 kilometer ini merupakan tindak lanjut arahan presiden untuk mewujudkan konektivitas jalur kereta api dari Aceh hingga Bandar Lampung.
“Pembangunan rel jalur kereta api yang menghubungkan Banda Aceh dengan Besitang sepanjang 478 Km ini menjadi prioritas untuk dikerjakan dalam tahun 2026. Saat ini detail engineering design (DED)-nya sedang kami siapkan,” kata Bobby dalam keterangan yang dikutip Jumat (05/06/2026).
Kebutuhan Investasi Capai Rp 350 Triliun
Menurut Bobby, jaringan kereta api di Sumatra saat ini masih terputus-putus. Jalur yang sudah beroperasi baru melayani segmen tertentu seperti Bandar Lampung–Palembang, Bandar Lampung–Lubuk Linggau, serta beberapa lintasan di wilayah Medan dan Padang.
Untuk menyambungkan seluruh Sumatra dari utara ke selatan, PT KAI memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp 350 triliun. Angka tersebut mencakup pembangunan jalur baru serta peningkatan kapasitas jalur eksisting.
Mengapa Segmen Aceh-Besitang Jadi Prioritas?
Pemilihan segmen Banda Aceh–Besitang sebagai prioritas didasari oleh kondisi geografis dan kebutuhan konektivitas di wilayah barat Sumatra. Selama ini, transportasi darat antarprovinsi di bagian utara Pulau Sumatra sangat bergantung pada jalan raya yang kerap mengalami kemacetan dan kerusakan.
Dengan adanya rel kereta api, distribusi logistik dan pergerakan penumpang dari Aceh menuju Sumatera Utara dan sebaliknya diharapkan bisa lebih efisien. Proyek ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang dilintasi jalur kereta api.
Tahapan Pengerjaan: DED hingga Konstruksi
PT KAI saat ini masih berada pada tahap penyusunan detail engineering design (DED). Setelah DED rampung, proses selanjutnya adalah lelang konstruksi dan pembebasan lahan di sepanjang trase yang sudah ditentukan.
Pemerintah pusat disebut telah memberikan dukungan penuh terhadap proyek strategis nasional ini. Meski demikian, pembebasan lahan kerap menjadi tantangan utama dalam proyek infrastruktur jalur kereta api di Sumatra.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai titik-titik stasiun yang akan dibangun di sepanjang rute Banda Aceh–Besitang. PT KAI masih menunggu finalisasi DED untuk memastikan detail teknis dan estimasi waktu pengerjaan.