BANDA ACEH — Lonjakan harga daging sapi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta pasokan hewan ternak yang mulai menipis dari distributor dan peternak. Para pedagang memperkirakan harga bisa menembus Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram jika tren ini berlanjut hingga puncak perayaan hari besar keagamaan.
Ketua Pedagang Daging Pasar Lamdingin, Herlin Fuadi, mengatakan kenaikan terjadi secara bertahap sejak akhir tahun lalu. Ia mencontohkan, pada Desember 2025 harga masih berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram, namun kini sudah naik signifikan.
“Kalau Desember masih sekitar Rp140 ribu per kilo. Sekarang sudah Rp160 ribu sampai Rp170 ribu. Biasanya kalau mendekati hari besar bisa naik lagi sampai Rp180 ribu bahkan Rp200 ribu per kilo,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Pasokan Sapi Terbatas, Permintaan Melonjak
Herlin menjelaskan, selain faktor permintaan yang meningkat tajam, jumlah sapi potong yang tersedia di tingkat peternak juga mulai terbatas. Kondisi ini diperparah oleh harga pasokan sapi dari distributor yang ikut naik akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
“Karena ada beberapa jenis sapi yang dipasok dari luar negeri, jadi ketika rupiah melemah harga ikut naik. Ongkos distribusi juga bertambah karena BBM naik,” katanya.
Ia menambahkan, pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tetap bisa menutupi biaya operasional dan pembelian stok dari pemasok. Stok yang cepat habis sementara permintaan terus naik membuat harga terus bergerak dari pekan ke pekan.
Warga Mulai Keluhkan Beban Pengeluaran
Kenaikan harga daging mulai dirasakan langsung oleh ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di Banda Aceh. Seorang warga mengaku pengeluaran rumah tangga membengkak dalam beberapa pekan terakhir karena hampir seluruh kebutuhan pokok ikut naik menjelang hari besar.
“Kalau terus naik tentu cukup berat bagi masyarakat. Apalagi menjelang hari besar biasanya kebutuhan juga semakin banyak,” ujarnya.
Para pedagang berharap pasokan dari distributor tetap lancar agar lonjakan harga tidak melonjak terlalu tinggi saat memasuki puncak perayaan. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat melakukan pemantauan pasar secara rutin guna menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan stok daging di pasaran tetap aman.