BANDA ACEH — Insiden kebakaran di kampus Universitas Syiah Kuala terjadi sekitar pukul 04.40 WIB. Warga bernama Nurhadi (40) menjadi orang pertama yang melaporkan kobaran api ke petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh melalui Inspektur Muda Kebakaran, Yudi, mengatakan armada pemadam langsung bergerak cepat. “Armada tiba di lokasi sekitar pukul 04.47 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.
Enam Armada Damkar Dikerahkan, Api Padam dalam Satu Jam
Sebanyak enam unit armada DPKP Kota Banda Aceh dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman juga dibantu satu unit armada dari BPBD Aceh Besar. Petugas berjibaku selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 06.00 WIB.
Selain petugas damkar, penanganan di lokasi turut melibatkan personel Polsek Syiah Kuala, Koramil, BPBD Aceh Besar, serta sukarelawan RAPI. Kerusakan berat terlihat pada bangunan laboratorium yang merupakan salah satu fasilitas penunjang akademik di Fakultas Pertanian USK.
Bentrokan Mahasiswa Diduga Terjadi Sebelum Kebakaran
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, sebelum kobaran api muncul sempat terjadi bentrokan antar mahasiswa di kawasan tersebut. Selain itu, kaca sejumlah bangunan lain di kompleks kampus pertanian dilaporkan dalam kondisi pecah.
Polsek Syiah Kuala yang turun ke lokasi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan asal mula api. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus terkait kerugian material maupun langkah pemulihan fasilitas yang terbakar.