BANDA ACEH — Keributan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) pecah pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026, sekitar pukul 01.39 WIB. Bentrokan di kawasan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, itu menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas kampus dan kendaraan bermotor.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketegangan berawal saat sekitar 70 mahasiswa Fakultas Pertanian mendatangi area Fakultas Teknik. Bentrokan fisik pun tak terhindarkan dan beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka. Situasi yang sempat mereda justru meningkat kembali menjelang subuh.
Balasan Massa Teknik: Pos Satpam dan Gedung Dibakar
Sekitar pukul 03.50 WIB, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik melakukan aksi balasan dengan mendatangi area Fakultas Pertanian. Massa tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga membakar pos satpam dan gedung D3 Pertanian Lama. Tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil ikut menjadi sasaran amuk dan hangus dilalap api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat aksi balasan berlangsung, massa dari Fakultas Pertanian disebut telah meninggalkan lokasi sehingga bentrokan fisik lanjutan dapat dihindari. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sejumlah titik.
Wisuda di Tengah Ketegangan, Rektorat Minta Semua Pihak Menahan Diri
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh sivitas akademika. Ia meminta agar para dosen ikut mengingatkan mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu dari luar yang dapat memperkeruh suasana.
“Jangan sampai kita terpecah karena provokasi dari luar. Mohon bantuannya juga untuk mengingatkan anak-anak kita,” ujar Rina dalam pernyataan resminya.
Pihak universitas telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Rina menambahkan bahwa kasus ini akan diinvestigasi lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Di tengah situasi yang masih sensitif, USK tetap menggelar acara wisuda pada hari yang sama sehingga pengamanan dari security kampus dan kepolisian diperketat.
Polisi Turun Tangan, Mediasi Segera Dilakukan
Pihak kepolisian bersama instansi terkait langsung turun melakukan monitoring dan pengamanan di area kampus. Setelah berlangsung selama beberapa jam, situasi di lingkungan kampus mulai berangsur kondusif sekitar pukul 06.20 WIB. Meski demikian, pihak terkait menilai perlu adanya langkah cepat berupa mediasi dan pengamanan terpadu guna mencegah eskalasi konflik susulan.
Keributan ini terjadi di tengah suasana kampus yang masih memanas pasca aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 18 Mei 2026. Rina mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama menjaga marwah dan keamanan USK agar aktivitas akademik dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi konflik antarmahasiswa.