Pencarian

Kakan Kemenag Aceh Besar Ajak Masyarakat Jadikan Harkitnas 2026 Momentum Perkuat Literasi Digital Anak Muda

Rabu, 20 Mei 2026 • 17:18:52 WIB
Kakan Kemenag Aceh Besar Ajak Masyarakat Jadikan Harkitnas 2026 Momentum Perkuat Literasi Digital Anak Muda
Kakan Kemenag Aceh Besar membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI dalam upacara Harkitnas 2026.

KOTA JANTHO — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Aceh Besar tidak sekadar seremoni. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, H Saifuddin SE, memanfaatkan momen ini untuk menyerukan penguatan literasi digital bagi generasi penerus di era transformasi teknologi yang kian masif.

Seruan itu disampaikan Saifuddin—yang akrab disapa Yahwa—saat membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid pada upacara Harkitnas 2026 di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Gue Gajah, Aceh Besar, Rabu (20/5/2026).

Menurut Yahwa, semangat kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi era digital. Tantangan bangsa, kata dia, tidak lagi sebatas mempertahankan kedaulatan wilayah, melainkan juga menjaga kedaulatan informasi.

Pemerintah Terbitkan Aturan Khusus Lindungi Anak di Ruang Digital

Dalam pidato yang dibacakannya, pemerintah disebut telah mengambil langkah konkret melindungi generasi muda di ruang digital. Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi salah satu instrumen utama.

Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi. “Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia tumbuh kembang mereka,” ujar Yahwa.

Semangat Boedi Oetomo Harus Adaptif dengan Zaman

Yahwa mengingatkan bahwa Harkitnas merupakan pengingat lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 yang menandai kebangkitan kesadaran kolektif bangsa melalui perjuangan intelektual. “Semangat 1908 adalah tonggak di mana perjuangan bangsa bertransformasi dari perlawanan fisik menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” ujarnya.

Mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh itu menambahkan, semangat kebangkitan nasional bersifat dinamis dan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Karena itu, peningkatan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

“Mari Perkuat Solidaritas Sosial dan Pastikan Pembangunan Berorientasi Kemajuan Bersama”

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” kata Yahwa di hadapan peserta upacara.

Upacara turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Azzahri, Kasi Pendidikan Madrasah Suryadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Muhammad, Plt PD Pontren Alan Farlan, Penyelenggara Zakat Wakaf Munandar, serta para kepala KUA dan madrasah.

Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, disebut menjadi refleksi penting bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan bangsa menjaga dan membina generasi mudanya di tengah perubahan global. Peringatan ini menjadi panggilan bagi akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan.

Bagikan
Sumber: anterokini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks