BANDA ACEH — Mobilisasi massa dalam jumlah besar kerap menjadi momok bagi kelancaran lalu lintas. Namun, pada aksi demonstrasi Senin (11/5/2026), jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh membuktikan skenario pengamanan bisa berjalan tanpa melumpuhkan aktivitas warga.
Dipimpin langsung Kasat Lantas Kompol Mawardi, S.E., M.M., pengawalan terhadap ribuan mahasiswa yang bergerak dari Stadion H. Dimurthala menuju Kantor Gubernur Aceh berlangsung tertib. Petugas tidak hanya berjaga di persimpangan, tetapi juga melakukan penutupan sementara dan pengalihan arus di sekitar lokasi vital seperti gedung DPRA dan kantor gubernur.
Strategi Pengamanan: Rekayasa Lalin hingga Koordinasi Lintas Sektor
Kompol Mawardi mengerahkan personel untuk bersiaga memandu kendaraan dan mencegah penumpukan massa di badan jalan. Langkah ini memastikan demonstran bisa menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu pengguna jalan lain.
Selain rekayasa lalu lintas, koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Satlantas Polresta Banda Aceh bekerja sama dengan satuan pengamanan lainnya untuk mengantisipasi potensi gesekan di lapangan. Hasilnya, kondisi lalu lintas di sejumlah titik strategis tetap terkendali.
Aksi Massa Berjalan Aman, Aktivitas Warga Tidak Lumpuh
Pengamanan yang dilakukan memperlihatkan profesionalisme aparat dalam mengawal aksi massa berskala besar. Ribuan mahasiswa yang melakukan long march dapat melintas dengan aman tanpa menimbulkan kemacetan berarti.
Kesigapan personel Satlantas memastikan demonstrasi berjalan kondusif dan aktivitas lalu lintas masyarakat umum tidak lumpuh total. Aksi pengawalan ini menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga kelancaran jalan raya, tetapi juga hadir mengawal hak demokrasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.