NAGAN RAYA — Program sekolah lansia di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mencatatkan pencapaian signifikan. Hingga saat ini, daerah tersebut telah dua kali menyelenggarakan prosesi wisuda bagi para peserta lansia. Pada angkatan terbaru, sebanyak 419 lansia dari berbagai kecamatan resmi menyelesaikan pendidikan jenjang S-1 dan S2.
Mencetak Lansia Produktif dan Mandiri
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh, Safrina Salim, menyatakan bahwa program ini bertujuan membentuk lansia yang produktif, mandiri, dan bahagia. Fokus utama sekolah lansia adalah agar para peserta tidak menjadi beban bagi keluarga di usia produktif.
"Melalui sekolah ini, kita membangun lansia agar tetap percaya diri dan mampu bergaul di lingkungannya. Kita ingin mereka menjadi lansia yang hebat dan bahagia, yang pada gilirannya akan berkontribusi besar bagi pergerakan Indonesia Emas 2045," ujar Safrina Salim di Nagan Raya, Selasa.
Antusiasme Masyarakat dan Dukungan Pemkab
BKKBN Aceh mengakui antusiasme masyarakat Nagan Raya terhadap program ini sangat luar biasa. Pada tahun ini saja, terdapat dua angkatan yang mengikuti program sekolah lansia. Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah, mulai dari Bupati Nagan Raya, Ketua PKK, Sekda, hingga jajaran DPMGP4 Nagan Raya dan para camat.
Program sekolah lansia sendiri merupakan bagian dari siklus pembangunan keluarga yang komprehensif. Dimulai dari pencegahan stunting hingga perawatan lansia, program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga di Aceh.
Nagan Raya Jadi Percontohan: Program Sudah Masuk Desa
Meski program sekolah lansia sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Aceh, Kemendukbangga/BKKBN Aceh menilai Kabupaten Nagan Raya memiliki semangat yang menonjol. Komitmen daerah ini untuk membawa program hingga ke tingkat desa secara menyeluruh menjadi pembeda utama.
Safrina Salim memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan pelaksanaan program di Nagan Raya. Ia berharap daerah lain di Aceh dapat meniru langkah serupa.
Harapan Lansia: Ingin Terus Berkontribusi untuk Keluarga
Para lansia yang mengikuti program ini merasa sangat bangga, terutama saat merayakan kelulusan dengan menggunakan toga. Mereka bahkan berharap adanya peluang untuk tetap berkontribusi secara nyata dalam keluarga, seperti membantu mengasuh cucu dengan bekal pengetahuan yang lebih baik, demikian Safrina Salim.