BANDA ACEH — Agenda besar olahraga di Serambi Mekkah mulai memasuki tahapan krusial melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh. Forum ini menjadi titik penentu bagi keberlanjutan program kerja tahun 2026, termasuk sinkronisasi agenda pembinaan atlet di seluruh kabupaten dan kota.
Agenda Utama: Kepastian Jadwal PORA XV Aceh Jaya
Salah satu poin mendesak yang menjadi pembahasan dalam Rakerprov kali ini adalah penetapan jadwal definitif Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV. Sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga mengharapkan kepastian waktu pelaksanaan di Aceh Jaya yang sebelumnya direncanakan pada November 2026.
Kepastian jadwal ini dinilai vital agar setiap Pengprov dan KONI daerah dapat menyusun linimasa pemusatan latihan daerah (Pelatda) secara akurat. Selain jadwal PORA, forum akan menggelar sidang-sidang pleno melalui pembentukan komisi untuk merumuskan keputusan organisasi yang bersifat mengikat bagi manajemen KONI Aceh.
Verifikasi Anggota Baru Berdasarkan Regulasi AD/ART
Selain membahas kompetisi, KONI Aceh juga memprioritaskan penataan organisasi melalui evaluasi usulan anggota baru. Panitia memastikan bahwa setiap permohonan keanggotaan akan dikaji secara mendalam agar tidak menabrak aturan internal organisasi.
"Kita akan kaji soal permohonan menjadi anggota baru KONI Aceh itu benar-benar sesuai regulasi, terutama AD/ART KONI, hingga tak menjadi masalah dan preseden buruk di masa mendatang," ujar Ketua Panitia Pelaksana, Drs HT Rayuan Sukma, saat ditemui di lokasi acara.
Rayuan yang juga menjabat Wakil Ketua Umum 1 Bidang Organisasi KONI Aceh menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi syarat mutlak bagi calon anggota. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan profesionalitas induk organisasi olahraga tertinggi di Aceh tersebut.
Mobilisasi 250 Peserta dan Koordinasi Delegasi Simeulue
Rakerprov ini diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus KONI kabupaten/kota serta perwakilan dari 68 Pengprov cabang olahraga. Panitia pelaksana telah merampungkan seluruh persiapan teknis, termasuk fasilitas penginapan full board bagi peserta yang berasal dari luar Banda Aceh dan Aceh Besar.
Manajemen logistik juga memberikan perhatian khusus bagi peserta dari wilayah kepulauan. Panitia mengonfirmasi bahwa jadwal kepulangan delegasi dari Kabupaten Simeulue akan disesuaikan dengan ketersediaan jadwal kapal penyeberangan untuk menjamin kelancaran transportasi.
Hingga petang sebelum pembukaan, seluruh delegasi dilaporkan telah melakukan registrasi. Sekda Aceh M Nasir Syamaun dijadwalkan membuka acara secara resmi setelah seluruh persiapan gladi resik rampung dilaksanakan oleh panitia di Hotel Grand Nanggroe.